Mashuri *
Saya lebih dulu mengenal Gibran daripada Attar. Saya mengenal Gibran ketika duduk di bangku Aliyah. Mungkin persoalannya sederhana. Buku-buku Gibran tersedia di perpustakaan umum kota, sedangkan buku-buku Attar tidak ada, sehingga saya sering membaca karya Gibran, terutama Sang Nabi, Taman Sang Nabi, dan Sayap-sayap Patah yang berderet rapi di perpus kota. Semuanya terbitan Pustaka Jaya. Continue reading “GIBRAN, ATTAR, DAN INGATAN TENTANG CINTA”

