Sebuah Ihtiar Renjana-Reproduksi

Zaki Zubaidi
http://www.seputar-indonesia.com/

Menulis sastra membutuhkan kesetiaan. Untuk menjaga kesetiaan ini masing-masing individu (penulis sastra) memiliki kecenderungan yang berbeda.
Ada yang menjaga kesetiaan itu melalui sebuah kesendirian. Tapi ada juga penulis yang menjaga kesetiaan itu secara komunal.Hal ini memang sangat bergantung pada proses perkenalannya dengan sastra. Seseorang yang lahir dari hasil sharing komunitas maka karyakaryanya akan mempengaruhi sekaligus dipengaruhi anggota komunitas yang lain. Komunitas sastra mutlak dibutuhkan untuk menjaga iklim kesusastraan yang dinamis. Continue reading “Sebuah Ihtiar Renjana-Reproduksi”

Mencandu Kho Ping Hoo

Sapto Pradityo
ruangbaca.com

Pembelaan Kho Ping Hoo terhadap orang-orang miskin disampaikan secara eksplisit.

Saya mengenal cerita silat Asmaraman S. Kho Ping Hoo pertama kali waktu kelas satu sekolah menengah pertama. Seorang kakak meminjam dari kios penyewaan buku. Saya ingat betul judulnya Jodoh Si Mata Keranjang. Tokoh utamanya, Tang Hay alias Hay Hay atau Si Pendekar Mata Keranjang. Alkisah, Tang Hay adalah anak haram, buah dari perkosaan yang dilakukan jai hwa cat alias penjahat pemetik bunga, Si Kumbang Merah. Continue reading “Mencandu Kho Ping Hoo”

Syair Sang Pejabat

Retno Sulistyowati
http://www.tempointeraktif.com/

Gerrr! Kesunyian robek di gedung Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu malam lalu. Bukan dagelan ketoprak atau banyolan pelawak yang menjadi penyebab, melainkan pembacaan sajak. Bait-bait puisi yang dilafalkan Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail mengocok perut penonton.

Puisi Nurmahmudi sederhana sebenarnya. Bahkan puisi itu mirip laporan pertanggungjawaban kepada dewan perwakilan rakyat daerah. Teknik membacanya pun sangat biasa, tidak ekspresif, malah cenderung monoton. Toh, isinya mengundang tawa. Continue reading “Syair Sang Pejabat”

Pluralisme: Hidup Damai Milik Dawam Rahardjo

Isyana Artharini
Media Indonesia, 6 Mei 2007

PADA perayaan ulang tahun ke-65, Dawam Rahardjo keluar dari ruang kesepiannya setelah teman-teman lama menjauhinya. Mengenakan peci hitam dan setelan jas abu-abu, ia menyambangi teman-teman barunya.

Ulang tahun Dawam dirayakan bersamaan dengan peluncuran buku berjudul Demi Toleransi, Demi Pluralisme, di aula Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (4/5) malam. Continue reading “Pluralisme: Hidup Damai Milik Dawam Rahardjo”

Bahasa »