Saat Duo Cerbon Berpadu

MAAF, MAAF, MAAF
Karya dan sutradara: N. Riantiarno
Pemain: Syaeful Anwar, Ratna Riantiarno, Prijo S. Wienardi, Sari Madjid, Cornelia Agatha, Embie C. Noer (dalang)
Skenografi: Syaeful Anwar Penata Musik: Embie C. Noer
Penulis catatan: Akmal Nasery Basral
majalah.tempointeraktif.com

Sepotong senja yang ranum itu dibuka dengan pemotongan tumpeng. Tiga potong tumpeng itu seperti sekumpulan bab dalam sebuah kitab klasik. Continue reading “Saat Duo Cerbon Berpadu”

Lawatan Budaya Menggugah Kekuatan Desa

Sabrank Suparno *

Perubahan Anda sudah disimpan

Berawal dari grenang-greneng antar seniman yang mengandaikan bagaimana caranya bisa mengekspresikan diri dalam satu forum dan tidak berbelit dengan urusan dana, lembaga dan atau instansi terkait, dari sanalah ide Lawatan Budaya muncul. Kemudian para seniman tersebut menyiasati daya untuk mewujutkan terlaksananya titik sentral ide tersebut. Sertamerta bagi yang ingin terlibat, pletikan kekuatan pun mulai terumus, bahwa tidak ada kata kunci yang jitu, kecuali membakar lemak jiwa dengan sistem‘rewang, soyo, gotongroyong, semua yang terlibat mengikhlaskan energi untuk urun mengisi agenda. Continue reading “Lawatan Budaya Menggugah Kekuatan Desa”

Jejak Langkah Sanggar Belajar Bareng Gubug Liat

Rahmat Sularso Nh*
http://www.radarmojokerto.co.id/

Jombang sebagai kota dengan demografi yang strategis karena representatif dalam jalur transportasi, pergerakan ekonomi, serta arus kebudayaan. Tidak pelak kondisi ini benar-benar terasa dalam arus budaya yang terus berkembang dan mengalami kondisi bergeliat akhir-akhir ini semangat penggiat seni Jombang. Terlihat dari pelbagai kantong-kantong kesenian mulai berjalan dengan genre yang di bawanya. Continue reading “Jejak Langkah Sanggar Belajar Bareng Gubug Liat”

Pesantren “Gudang Sastra” dan Kiai “Makelar Budaya”

Fathurrahman Karyadi *
radarmojokerto.co.id

Kamis malam Jumat (9/6/11), penulis menghadiri undangan sebagai pemateri sastra di FKJS (Forum Kajian Sastra) di Pesantren Langitan Tuban. Meski jumlah peserta hanya 40-an santri dari 1500-an santri, namun mereka sangat antusias sekali. Bayangkan saja, acara dimulai ba?da isya hingga pukul 23.00 WIB. Bagi mereka sastra bukanlah hal yang serius dan sulit, namun sebuah kebiasaan/budaya sehari-hari yang mengasyikkan. Continue reading “Pesantren “Gudang Sastra” dan Kiai “Makelar Budaya””

Menimbang Rekomendasi Jelang KBJ V

Catatan Rakor dan Singkronisasi Pengembangan Sastra Budaya di Jawa Timur
Anjrah Lelono Broto *)
http://www.radarmojokerto.co.id/

Apabila tidak ada aral yang melintang, Surabaya mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Kongres Bahasa Jawa V (KBJ V), Nopember 2011 ini. Jelang peristiwa kebudayaan berskala internasional tersebut, Pemprov Jawa Timur menggelar agenda bertajuk ?Rapat Koordinasi dan Singkronisasi Pengembangan Sastra Budaya di Jawa Timur? (baca, rakor) yang bertempat di Hotel Satelit Surabaya (15 ? 17 Juni 2011). Continue reading “Menimbang Rekomendasi Jelang KBJ V”

Bahasa »