ANGKATAN 70-AN: KEMBALI KE TRADISI

(Konsep Estetik Abdul Hadi WM tentang Angkatan 70-an)*
Maman S Mahayana*
http://mahayana-mahadewa.com/

Dalam perjalanan sejarah kesusastraan Indonesia, kita mengenal adanya sejumlah penyebutan tentang penggolongan, periodesasi atau angkatan. Penyebutan itu tentu saja tidak serta-merta muncul begitu saja. Selalu ada usaha untuk merumuskan semangat yang melatarbelakanginya atau gerakan estetik yang mendasari karya-karya yang muncul sejalan dengan semangat zamannya. Dari sejumlah penamaan tentang angkatan atau periodesasi itu,1 Continue reading “ANGKATAN 70-AN: KEMBALI KE TRADISI”

Belajar Menulis dari Rhenald Kasali

Sutejo
Ponorogo Pos

Steven Covey, pengarang buku Eight Habits, pernah mengatakan, orang harus punya sesuatu yang bisa diwariskan setelah mati selain nama. “Covey bilang apa sih yang ingin orang ucapkan tentang kamu di depan makam kamu. Cuma nama saja, atau kamu ingin diumpat sebagai penjahat, atau diingat karya-karyanya atau pemikirannya?” ungkap Rhenald. Continue reading “Belajar Menulis dari Rhenald Kasali”

Berhenti untuk Meneguk Kopi

Ignatius Haryanto
http://majalah.tempointeraktif.com/

Ada kebiasaan tak lazim yang ditekuni penulis cerpen Hamsad Rangkuti di rumahnya di kawasan Depok, Jawa Barat. Di dalam kolam ikan yang airnya menggenang sebatas pinggang, pria 60 tahun itu setiap hari berendam badan. Kadang hanya beberapa menit, tapi tak jarang hingga berjam-jam. Tak jelas apa yang dilakukannya: mungkin untuk mengademkan badan, barangkali juga untuk mencari ilham bersama ikan mas yang berenang di sela-sela kakinya. Continue reading “Berhenti untuk Meneguk Kopi”

Repotnya Menulis Berdasarkan ?Mood?

Eddy Flo Fernando
http://umum.kompasiana.com/

?menulis atau apapun karya yang berasal dari dalam, sangat bergantung pada suasana hati?

Sebulan yang lalu seorang teman mengirim pesan elektronik kepadaku. Dalam surat elektronik tersebut, dia meminta kesediaanku untuk memberikan komentar pada blognya. Maklum blognya baru dibuat dan dijadikan semacam tempat curhat antara dia dan temannya. Aku senang ternyata temanku itu diam-diam menekuni dunia tulis menulis. Continue reading “Repotnya Menulis Berdasarkan ?Mood?”

Jalan Bareng Hamsad Rangkuti

Pipiet Senja
http://sosbud.kompasiana.com/

Hamsad Rangkuti, siapa yang tak mengenalnya? Cerpen-cerpennya dimuat dalam berbagai harian dan majalah, terbitan dalam dan luar negeri. Bahkan beberapa di antaranya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Jerman, antara lain dimuat dalam New Voice in Southeast Asia Solidarity (1991), Manoa, Pasific Journal of International Writing, University of Hawaii Presss (1991, Beyond The Horison, Short Stories from Contemporary Indonesia, Monash Asia Institute, Jurnal Rima, Review of Indonesia and Malaysia Affairs, University Sydney. Vol. 25,1991. Cerpen-cerpennya juga termuat dalam beberapa antologi cerita pendek mutakhir, antara lain Cerpen-cerpen Indonesia Mutakhir, editor Suratman Markasam, 1991. Continue reading “Jalan Bareng Hamsad Rangkuti”