Intelektual, Pencerahan, dan Keadilan

Ruslani
http://suaramerdeka.com/

ADA berita menggembirakan di antara berita-berita tidak sedap tentang para pejabat dan anggota parlemen kita. Apakah itu? Salah seorang putra terbaik Indonesia, Anies Rasyid Baswedan, masuk dalam daftar ”100 Tokoh Intelektual Dunia” versi majalah Foreign Policy edisi April 2008.

Anies Baswedan merupakan satu-satunya tokoh Indonesia yang namanya bersanding bersama para tokoh intelektual dunia semisal Yusuf Qardhawi, Muhammad Yunus, Samuel Huntington, Gary Kasparov, Naom Chomsky, dan Francis Fukuyama. Continue reading “Intelektual, Pencerahan, dan Keadilan”

Indonesia 2025: Mencari Strategi

Ignas Kleden *
majalah.tempointeraktif.com

DALAM pidato kenegaraan di depan Dewan Perwakilan Rakyat, 14 Agustus 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajukan suatu visi jangka menengah tentang Indonesia 2025. Diproyeksikan, pada tahun itu Indonesia akan menjadi negara maju. Untuk itu ditetapkan 10 sasaran yang harus dicapai: (1) persatuan dan harmoni sosial yang semakin kokoh, (2) stabilitas nasional yang makin mantap, (3) penguatan demokrasi dan keterbukaan dalam penyelenggaraan negara, (4) penegakan hukum dan ketertiban secara konsisten, (5) Continue reading “Indonesia 2025: Mencari Strategi”

TERIMA KASIH DRAMA MONAS

Maman S Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Indonesia laksana memasuki zaman anomali. Maka, ia perlu dilihat dari perspektif yang tak lazim, dari kenyelenehan. Atau dalam bahasa Michel Foucault yang mengutip gagasan Pascal: ?Manusia pastilah demikian gilanya, sehingga ?kalaupun ia tidak gila?tetap dianggap gila dari sudut pandang kegilaan yang lain.? Begitulah pada saat bangsa ini dihadapkan pada anomali dan berbagai kegilaan, harus ada peristiwa yang lebih gila. Setidaknya, harus ditempatkan sebagai kenyelenehan. Hanya dengan itu, stres dan depresi kita ketika menghadapi berbagai himpitan ekonomi, ketidakpercayaan pada pemerintah, dan kemuakan pada partai politik, agak terhibur dan dapat melupakannya sekejap. Continue reading “TERIMA KASIH DRAMA MONAS”

Pembubaran Diskusi Buku: ?Dari yang Terbuang dan Dibungkam?

Astrid Reza
http://www.syarikat.org/

TANGGAL 3 Juli 2010, pukul 6 sore, datang orang-orang bersorban. Mereka hilir mudik di depan kaf?. Jam 7 malam, Polres Bantul menurunkan 50 orang personil. Mereka duduk-duduk di tempat diskusi akan digelar. Setengah jam kemudian, peserta diskusi dicegat massa. Terdengar deru motor yang digas kencang-kencang dari depan tanah lapang seberang kafe. Empat orang, satunya berkopiah, masuk dan duduk-duduk bersama petugas dari Polsek Kasihan dan Intel Kodim. Continue reading “Pembubaran Diskusi Buku: ?Dari yang Terbuang dan Dibungkam?”

FPI dan Penodaan Citra Agama

Gugun El-Guyanie
http://suaramerdeka.com/

Aksi anarkis Front Pembela Islam (FPI) kembali menyerang Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), pada peringatan Hari Kelahiran Pancasila, Minggu (1/6) di Monas, Jakarta.

Tindakan brutal dengan mengibarkan bendera Islam itu justru melukai sejumlah tokoh Islam yang bergabung dalam AKKBB. Aksi kekerasan yang dilakukan oleh FPI itu adalah untuk kesekian, setelah berulang kali merusak dan menyerang kelompok yang tidak sependapat dengan mereka. Wajar jika banyak tuntutan dari organisasi kemasyarakatan (ormas) lain yang moderat, menuntut pemerintah untuk membubarkan FPI. Beragama dengan gaya premanis ala FPI sangat menodai Pancasila yang telah disepakati sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Continue reading “FPI dan Penodaan Citra Agama”

Bahasa »