Andari Karina Anom
http://majalah.tempointeraktif.com/
PEKUBURAN Highgate bukanlah tujuan utama mayoritas turis di London, Inggris. Orang lebih suka menengok Istana Buckingham atau lonceng Big Ben, yang jadi ikon wisata negeri itu. Tapi Sigit Susanto bukan kelompok kebanyakan itu. Dia lebih suka menepi ke kawasan pemakaman sepi: di situlah jazad Karl Marx dikebumikan.
Tak cukup berziarah ke makam, Sigit juga meniti jejak tokoh komunis itu di London. Saat berkunjung ke British Museum, ia tak hendak mengisahkan koleksi-koleksi museum yang dahsyat, tapi mengunjungi Reading Room. Di ruangan inilah, pada periode 1860-1867, Marx hampir setiap hari duduk berjam-jam menyelesaikan Das Kapital (hlm. 325-340). Continue reading “Menjenguk Marx di Britania”
