Kabar dari Seniman Wonosobo

Haryati
http://suaramerdeka.com/

GAUNG seniman Wonosobo kini nyaris tak pernah terdengar di tengah ingar-bingar kiprah kesenian di Jawa Tengah. Kiblat dan kantong pergelaran seni tertuju pada kota Semarang, Kudus, Solo, Yogyakarta, dan Banyumas.

Wonosobo seolah tak pernah dilirik sebagai kota jujugan untuk pentas seni, sastra, atau kebudayaan lainnya. Padahal, kota yang sejuk serta populer karena Pegunungan Diengnya, bukan sama sekali tidak punya orang yang peduli pada dunia seni. Continue reading “Kabar dari Seniman Wonosobo”

Pertunjukan Tari ?Yang Tidak Biasa?

Alex Suban
http://www.suarapembaruan.com/

Kelompok tari kontemporer Compagnia Artemis Danza asal Italia memainkan nomor tari kontemporer bertajuk ?I Bislacchi Omaggio a Fellini? dalam pertunjukan di Gedung Kesenian Jakarta, Selasa (19/10). Pertunjukan tari yang ditata oleh Monica Casadei ini adalah sebuah penghargaan terhadap tokoh sineas Federico Fellini.

Sejumlah penari secara berpasang-pasangan mulai memasuki panggung satu per satu tanpa diiringi dengan musik. Continue reading “Pertunjukan Tari ?Yang Tidak Biasa?”

A.D. Pirous, Zikir Visual Pelukis Tak Berbakat

Dipo Handoko, Ida Farida
gatra.com

SETELAH 17 tahun absen berpameran tunggal, Abdul Djalil Pirous, pelukis yang banyak menekuni kaligrafi, kembali menggelar pameran serial bertajuk Restrosepktif 2. Perhelatan yang dihadiri 300 tamu itu diselenggarakan di Galeri Nasional, Jakarta, Senin pekan lalu. Forum ini sekaligus menandai usia ke-70 tahun lelaki kelahiran Meulaboh, Aceh, itu. Acara juga diisi dengan peluncuran buku perjalanan berkeseniannya berjudul A.D. Pirous: Vision, Faith and a Journey in Indonesian Art, 1955-2002. Continue reading “A.D. Pirous, Zikir Visual Pelukis Tak Berbakat”

Seni Grafis, Bahasa Rupa yang Belum Memasyarakat

Christian Heru Cahyo Saputro*
http://www.lampungpost.com/

KOMITE Seni Rupa Dewan Kesenian Lampung kerja bareng Taman Budaya Lampung dan Media Arts baru usai menggelar diskusi dan workshop seni grafis yang melibatkan 40-an seniman, mahasiswa, dan pelajar. Kegiatan yang mengusung tajuk Meniti Garis, Menuai Bentuk ini bertujuan memasyakaratkan seni grafis.

Seni grafis sebagai salah satu medium seni rupa memang belum sepopuler seni lukis, patung, dan bahasa rupa lainnya. Bahkan seni grafis yang lebih dikenal dengan desain komunikasi visual baru terindentifikasi ketika bersinggungan dengan ranah pendidikan. Padahal seni grafis sudah dikenal di Indonesia sejak 1940-an. Continue reading “Seni Grafis, Bahasa Rupa yang Belum Memasyarakat”

Penjara Teks Kaum Borjuis dalam Sastra

Agung Poku
http://bahasa.kompasiana.com/

Tidak benar jika dikatakan bahwa kita (Rusia) hanya menghargai seni yang baru dan revolusioner, yang menyuarakan suara para pekerja, dan omong kosong jika kita dikatakan menuntut para penyair menggambarkan cerobong pabrik, atau pemberontakan melawan kapital! (Leon Trotsky; The Social Roots and the Social Function of Literature)

Ungkapan ini muncul ketika wacana perdebatan seni murni dan seni bertendensi masih riang berkicau. Terutama saat itu Stalin berkuasa. Serangan – serangan terhadap konsepsi marxis sampai juga pada ranah seni, lebih kecil lagi sastra. Continue reading “Penjara Teks Kaum Borjuis dalam Sastra”

Bahasa ยป