Danarto Terinspirasi Dunia Pewayangan dan Sufisme

Joanito De Saojoao
http://www.suarapembaruan.com/

Tiada hari tanpa menulis dan menggambar. Itulah sosok sastrawan sekaligus perupa Danarto (69) yang begitu mencintai karya seni. Kreativitasnya selalu saja mengalir tanpa henti meski sudah memasuki usia senja. Tak heran jika ia dikenal sebagai pelukis dan sastrawan yang produktif di Indonesia.

Sosoknya yang ramah dan rendah hati memberikan kontribusi tersendiri dalam perkembangan dunia sastra dan seni rupa di Tanah Air. Pasalnya, perintis seni kreatif ini selalu menciptakan karya-karya yang luar biasa. Continue reading “Danarto Terinspirasi Dunia Pewayangan dan Sufisme”

Jumartono, Pelukis Neo Candi Nominee Indonesian Art Award (IAA) 2010

Zawawi Se

Pergulatannya dalam dunia kepelukisan untuk menemukan jati diri pernah membuatnya merasa putus asa ketika berbagai eksplorasi yang dilakukannya tidak memuaskan hati. Bahkan hasil explorasi-eksplorasi tersebut malah membuatnya merasa seperti menjadi epigon para pelukis terdahulu.

Lalu, bermula dari ketidaksengajaannya berkunjung ke sebuah toko bangunan bersama seorang teman beberapa tahun yang lalu, Jumartono melihat berbagai jenis material batu-batuan dan pelapis lantai/dinding di toko tersebut. Sebagai seorang pelukis, seketika itulah timbul inspirasinya untuk menggunakan salah satu material batu-batuan yaitu batu candi sebagai medianya dalam melukis. Continue reading “Jumartono, Pelukis Neo Candi Nominee Indonesian Art Award (IAA) 2010”

Godam Beraksi Sampai Mati

Raihul Fadjri
http://majalah.tempointeraktif.com/

SEPEKAN menjelang fajar tahun baru 2004, Rumah Budaya Tembi, di Bantul, Yogyakarta, menggelar pameran komik. Tak tanggung-tanggung, pameran berlangsung tiga minggu sampai 17 Januari 2004. Beberapa peminat komik masa kini mungkin masih ingat komikus Widodo Nur Slamet, yang lebih dikenal sebagai Wid N.S. Itu sebabnya karyanya digelar untuk mengingat kejayaan industri komik lokal di era 1970-an hingga 1980-an. Ketika itulah sejumlah nama komikus muncul: Yan Mintaraga, Teguh Santoso, Ganes T.H. (Si Buta dari Goa Hantu), Hans Jala-Jala (Panji Tengkorak), Hasmi (Gundala Putra Petir). Continue reading “Godam Beraksi Sampai Mati”

Hidup itu Singkat, Seni…

Seno Joko Suyono
http://majalah.tempointeraktif.com/

Di Ancol, Ni Cenik, 81 tahun, bersama cicitnya, Ni Wayan Harum, menatap laut lamat-lamat. Di kejauhan tampak garis horizon. Tangan mereka bergandengan erat. Malam sebelumnya, di panggung Graha Bakti Budaya, bersama anak, cucu, dan cicitnya, Ni Cenik menari. Dan kini ia seolah berikrar kepada laut….

Tari Bali, mungkin, di mata Ni Cenik sudah merosot. Di desa-desa Bali kini muncul joget, joget bumbung, yang membuat mabuk kepayang anak muda. Continue reading “Hidup itu Singkat, Seni…”

Cerutu Tiarma, Ludah untuk Iwan

Hendro Wiyanto *
majalah.tempointeraktif.com

Karya dua perupa kontemporer Indonesia tampil di Bienale Havana ke-8 di Kuba, yang berlangsung hingga akhir Desember 2003. Mereka, Tiarma Dame Ruth Sirait, 35 tahun, dan Iwan Wijono, 32 tahun, dikenal sebagai perupa muda yang giat berpameran dengan medium-medium baru seperti seni instalasi dan pertunjukan.

Tiarma, perupa lulusan Institut Teknologi Bandung (1994) dan Royal Melbourne Institute of Technology, Australia (1997), belakangan juga dikenal sebagai perancang mode yang orisinal. Ia mengembangkan karya-karya instalasinya yang provokatif: Continue reading “Cerutu Tiarma, Ludah untuk Iwan”

Bahasa ยป