Antara Teroris dan Separatis

Abdul Halim
http://www.lampungpost.com/

Kabar mengejutkan datang dari Belanda. Para pendukung gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS) yang bermukim di Belanda dan dipimpin Presiden RMS John Wattilete menyampaikan tuntutan melalui kort geding (prosedur dipercepat) ke pengadilan Belanda agar menangkap Presiden SBY ketika berkunjung ke sana. John Wattilete juga meminta PM Balkenende agar mengimbau Presiden SBY untuk mengakhiri apa yang disebutnya sebagai pemenjaraan dan penyiksaan para pengikut RMS. Karena ancaman itu, akhirnya Presiden SBY membatalkan kunjungannya ke Belanda. Continue reading “Antara Teroris dan Separatis”

?Awas (sapa wani-wanine ngising ning kene)? di Mimbar Teater Indonesia 2010

Sebuah versi dari lakon ?Awas? karya Putu Wijaya
Produksi ke-10 http://seniteku.org/

Seni Teku dalam Mimbar Teater Indonesia

Di tahun 2010 ini Seni Teku lolos kurasi dari dewan kurator Mimbar Teater Indonesia (MTI) untuk mempertunjukkan karyanya di event tersebut. Dalam MTI yang digelar di Solo ini, Seni Teku membawakan garapan berjudul Awas (sapa wani-wanine ngising ning kene) yang merupakan sebuah versi dari lakon Awas karya Putu Wijaya. Continue reading “?Awas (sapa wani-wanine ngising ning kene)? di Mimbar Teater Indonesia 2010”

Teater Alam Akan Pentaskan Karya Iwan Simatupang dan Danarto

Muh Syaifullah
tempointeraktif.com

Setelah sekitar 10 tahun terakhir Teater Alam, Yogyakarta, tak pernah pentas, Jumat dan Sabtu besok mereka bakal mementaskan naskah karya Iwan Simatupang dan Danarto. Naskah Iwan yang akan dipentaskan bertajuk Petang di Taman. Adapun karya Danarto bertajuk Obrok Owok-owok, Ebrek Ewek-ewek. Continue reading “Teater Alam Akan Pentaskan Karya Iwan Simatupang dan Danarto”

Mencari Dewa di Jalanan Kota

Anwar Siswadi
http://www.tempointeraktif.com/

Menggendong istrinya dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas, seorang wasu atau dewa berjalan hati-hati meniti pagar tembok setinggi orang dewasa. Sambil melangkah, mereka berbincang tentang 8 anak mereka yang harus turun ke bumi menjadi manusia. Ya, itulah kutukan Resi Wasistha kepada para pencuri lembunya yang bernama Nandini. Continue reading “Mencari Dewa di Jalanan Kota”

Bahasa ยป