Mengapresiasi Festival Pertunjukan Puisi PPIA

TEMU SASTRA NUSANTARA
Viddy AD Daery
http://www.suarakarya-online.com/

Temu Sastra Nusantara MPU (Mitra Praja Utama), adalah salah satu bentuk forum sastra-budaya kerjasama antar provinsi anggota MPU, disamping kerjasama di bidang lain meski sampai sekarang baru beranggotakan 10 Provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, Banten, Jawa Tengah, DI Jogjakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa atenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Continue reading “Mengapresiasi Festival Pertunjukan Puisi PPIA”

Ufuk Mentari Fajar di Kampus Undar

Sabrank Suparno

Malam pelataran kampus UNDAR tanggal 4 Oktober 2010, berbalik fakta dari malam-malam sebelumnya. Pasalnya keheningan terpecah oleh lalu-lalang deru mesin di tikungan Jl. Gatot Subroto dan Jl. Merdeka ditambahi riuh mahasiswa baru yang mungkasi prosesi ospek dengan penghujung acara inagurasi.

Sebagai endosmen, rekan Ani Rahma, Loly dkk selaku mahasiswa senior menggembleng 498 calon pembelajar jagat baru di UNDAR tersebut dengan atribut ORMADU (Orientasi Mahasiswa Darul Ulum). Continue reading “Ufuk Mentari Fajar di Kampus Undar”

KURANG PEDULINYA MASYARAKAT PADA NASKAH KUNO

Agus Sulton

Kepulauan nusantara sejak kurun waktu yang lampau memiliki banyak sejarah peradaban dan kebudayaan yang cukup berfariasi?yang terus mengalami perubahan sesuai dengan pola pikir masyarakat. Di antara peninggalan-peninggalan itu antara lain berupa naskah kuno atau manuskrip. Orang awam menyebutnya sebagai buku kuno biasanya kondisi buku tersebut sudah kumel, warna kuning kecoklatan, bersifat anonim, dan banyak bagian lembaran sudah hilang atau sobek, walaupun ada juga yang kondisinya masih utuh. Continue reading “KURANG PEDULINYA MASYARAKAT PADA NASKAH KUNO”

Sebuah Mimbar untuk Putu Wijaya

Kurniawan, Ahmad Rafiq, Anwar Siswadi
majalah.tempointeraktif.com

MATA kecilnya terpejam di balik kacamata silindris empat. Bocah perempuan berambut ikal itu sedang berkonsentrasi penuh. Sesaat kemudian, kata-kata meluncur lancar dari bibir mungilnya. “Bangun! Bangun, anakku! Sudah waktunya kau menatap dunia. Lihatlah dan arungi kehidupan. Menjalani takdirmu sebagai ayam. Keluarlah!” teriaknya. Continue reading “Sebuah Mimbar untuk Putu Wijaya”

Merayakan Putu Wijaya

Ahmad Rafiq
korantempo.com

Sekitar 35 dramawan dan kelompok teater tampil dalam Mimbar Teater Indonesia di Surakarta. Mengurai jejak kekaryaan Putu Wijaya.

Pentas yang sangat minimalis, sangat kental, terasa dalam pementasan monolog Syamsul Fajri Nurawat dalam Mimbar Teater Indonesia di Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta, Kamis malam lalu. Dia membawakan monolog Zetan karya Putu Wijaya. Continue reading “Merayakan Putu Wijaya”

Bahasa ยป