Tadarus Sastra, Cara Seniman Geliatkan Sastra di Bojonegoro

Bacakan Puisi, Macapat, dan Geguritan saat Pentas
Nitis Sahpeni
http://www.jawapos.co.id/

Seniman Bojonegoro dari berbagai komunitas terus menunjukkan eksistensinya. Antara lain menampilkan berbagai pentas sastra, baik sastra Indonesia maupun Jawa.

Suasana gelap menyelimuti pendapa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Sabtu (28/8) malam. Beberapa lilin yang diletakkan di botol mineral dan digantung di seutas tali. Continue reading “Tadarus Sastra, Cara Seniman Geliatkan Sastra di Bojonegoro”

Karya Lanang, Novel Apa Memoar?

Peluncuran ??Pengendara Badai??
Riyono Toepra
http://suaramerdeka.com/

MESKI sudah jelas dicetak wujudnya berbentuk novel, keberadaan novel ??Pengendara Badai?? menjadi perdebatan cukup sengit saat peluncuran dan diskusi yang digelar di Gedung Kesenian Kota Tegal di Jl Setia Budi, mulai pukul 20.00, Sabtu (6/2).

Acara bedah novel itu yang mengusung pembicara mantan Wakil Wali Kota (Wawalkot) Tegal Dr H Maufur dan budayawan asal Solo, Halim HD, dengan moderator Nurhidayat Poso, malam itu, terbilang cukup panas. Adalah Halim, yang blak-blakan menguliti novel ??Pengendara Badai?? karya Lanang Setiawan itu. Awalnya dia menuding novel itu secara data masih kurang teliti. Continue reading “Karya Lanang, Novel Apa Memoar?”

Politik Budaya Lokal

MT Arifin
http://www.suaramerdeka.com/

SAUDARA Wisnu dari Terang-Abadi TV berceritera bagaimana problem nuansa lokal dalam tayangan medianya. Soalnya memang pelik. Belum ada keseimbangan tentang waktu, sumber daya dan penanganan serius, sedang rata-rata kemampuan iklan baru mampu menutup 80% biaya kegiatan.

Banyak kerja rangkap dan belum mungkin merangkul production house. Dari apa yang tertangkap, pemihakan terhadap nuansa lokal butuh persiapan taktis. Keterbatasan menjadi kendala yang berpengaruh terhadap pilihan-pilihan program. Sajian budaya baru pada taraf reportase visual, belum berhitung citarasa artistik tinggi. Continue reading “Politik Budaya Lokal”

PULANG KAMPUNG KE RUMAH DUNIA

Halim HD *

Baru-baru ini aku balik ke kampung halaman, Serang, Banten, diundang untuk sarasehan teater rakyat dalam acara lintas propinsi. Pada acara teater rakyat itu datang sebanyak 14 grup dari 9 propinsi di Indonesia. acaranya di alun-alun kota Serang dari tanggal 18-20 juli 2005. Kondisi alun-alun Serang sudah nggak kayak dulu, waktu saya masih sekolah rakyat Mardi Yuwana, taon 1960-an, jaman Bung Karno. Alun-alun sudah rusak, pepohonan sudah banyak yang ditumbangkan. Diganti pembangunan, namun kualitasnya buruk. Banyak orang yang menonton. Setiap malam disajikan 4-5 grup. Continue reading “PULANG KAMPUNG KE RUMAH DUNIA”

Tak Ada Receh Untuk Pengamen

Salman Rusydie Anwar

Saya tidak tahu, di hadapan negara yang besar dan kaya raya ini -yang katanya penduduknya menganut kepercayaan kepada Tuhan, yang katanya rakyatnya berpegang teguh pada nilai-nilai adat ketimuran serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan- dimanakah letak nasib para pengamen?

Terpaksa harus saya tanyakan nasib para pengamen ini karena secara tidak sengaja saya pernah melihat tempelan selebaran di sebuah pasar yang berisi tulisan NGAMEN GRATIS, Continue reading “Tak Ada Receh Untuk Pengamen”

Bahasa ยป