Watchmen dan Abnormalitas Superhero

Sigit T. Prabowo*
http://www.ruangbaca.com/

Sebuah dekonstruksi yang padat terhadap mitos superhero.

Komik superhero menyajikan sebuah dunia fantasi yang absurd: dunia dengan orang-orang berjatidiri alternatif, berkostum ketat (sebisa mungkin celana dalam diletakkan di luar), berkeliaran menghajar penjahat –entah dengan kekuatan super, perangkat berteknologi tinggi, atau sekadar kelihaian ilmu beladiri. Imaji yang sangat tepat bila kita sandingkan dengan memori publik tentang komik superhero, dengan gambaran hitam-putih yang jelas: jagoan selalu baik, penjahat selalu kalah, dan cerita diakhiri dengan seluruh jagoan berkumpul dan tertawa bersama. Continue reading “Watchmen dan Abnormalitas Superhero”

Tulisan Terbuka Untuk Bupati Suyanto Soal Seni-Budaya Jombang

Fahrudin Nasrulloh

Dalam beberapa obrolan dan jagongan tentang seni-budaya Jombang, ada seorang pegiat seni yang dengan antusias tapi terkesan chauvinistik menyebut bahwa banyak ikon Jombang yang perlu dilestarikan keberadaannya. Misalnya ia menyebut sosok Besut, pengremo legendaris Mbah Bolet, warisan Topeng Jatiduwur, Watu Gilang di Ploso, situs Sendang Made, tradisi warga Sandur Mandura, dan lain-lain. Continue reading “Tulisan Terbuka Untuk Bupati Suyanto Soal Seni-Budaya Jombang”

Kumpulan Cerpen Dalam Panggung Kisah Fantasi

Nunuy Nurhayati
tempointeraktif.com

Cerpenis Agus Noor meluncurkan buku kumpulan cerpen terbarunya Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia. Kisah-kisah garapannya itu disajikan dalam sebuah pementasan pertunjukan teater, monolog, hip-hop dan tari. Sejumlah seniman terlibat dalam acara yang digelar di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Kamis (25/3), di antaranya Happy Salma, Butet Kartaredjasa, dan Budi Ros. Continue reading “Kumpulan Cerpen Dalam Panggung Kisah Fantasi”

Memaksa Anak Baca Buku Sastra

Igk Tribana

Beranda

SEBAGAI guru bahasa dan sastra, saya (penulis) menyampaikan bahwa setiap siswa wajib membaca sekurang-kurangnya tiga buku sastra tiap semester. Hal ini disampaikan lebih awal agar nantinya tugas siswa tidak menumpuk.

Seperti diduga sebelumnya, anak pun kurang percaya apa yang penulis katakan. Setelah salah seorang siswa bertanya, penulis tegaskan lagi bahwa tiap siswa wajib membaca minimal tiga buku sastra pada semester itu — entah novel, kumpulan cerpen, kumpulan puisi, atau naskah drama. Setelah membaca buku sastra, siswa terus menulis resensinya. Cara menulis resensi pun dipaparkan. Tugas itu dikumpulkan dua bulan kemudian. Continue reading “Memaksa Anak Baca Buku Sastra”

Bahasa ยป