Dari Regenerasi, Multimedia, hingga “Vulgarnya” Penulis Perempuan

Catatan Sastra Indonesia Tahun 2002
Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Pada suatu malam di sebuah kafe Taman Ismail Marzuki, Sutardi Calzoum Bachri tampak asyik membaca sebuah buku antologi milik seorang penyair berusia muda.

Di sekeliling sastrawan yang pernah berjuluk “Anker Bir” itu, tampak beberapa kawan yang tekun mengikuti wejangannya. Continue reading “Dari Regenerasi, Multimedia, hingga “Vulgarnya” Penulis Perempuan”

Rafika

Arie MP Tamba
jurnalnasional.com

Rafika adalah tipikal jalinan cerita dan teknik penggarapan sinetron-sinetron kita. Di dalamnya ada kisah balas dendam seorang pria (Abadi/Fadli) terhadap pria (Gunawan/Mathias Muchus) yang dianggap merebut calon istrinya, meskipun yang terjadi sebenarnya adalah perjodohan yang dipaksakan. Continue reading “Rafika”

Seni Mengkritik Rokok*

Kukuh Yudha Karnanta
http://ahmad-sujai.blogspot.com/

Banyak aktivis melakukan aksi kritis terkait rokok dan tembakau, tapi tak banyak yang benar-benar berpikir kreatif dalam aksinya.

Sosok Sujai (S Jai) adalah salah satu dari sedikit aktivis yang melakukan kampanye secara inovatif. Ia bukan hanya tahu dan hafal, lebih dari itu, ia mengerti, paham, dan mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang rokok dan tembakau sebagai inspirasi karya kreatif seni teater. Continue reading “Seni Mengkritik Rokok*”

MPU, Provinsi Miskin dan Sastrawan Miskin

Beni Setia *
republika.co.id

Bertepatan dengan Temu Sastra III Mitra Praja Utama (MPU), yang berlangsung di Lembang, Bandung, 4-6 November 2008, di milis Apresiasi-Sastra terjadi polemik yang dipicu pengunduran diri salah satu peserta dari Jawa Barat, Lukman Asya. Keputusan iseng itu sendiri sebenarnya tanpa motif, meski kemudian ia menggarisbawahi kekecewaan pada Disbudpar Jawa Barat, sebagai pengayom acara yang yang tidak mau memberi uang transpor pada peserta. Continue reading “MPU, Provinsi Miskin dan Sastrawan Miskin”

Sapardi Djoko Damono Tak Tergetar oleh Sihir Lebaran

Wawancara pada Sapardi Djoko Damono
http://layar.suaramerdeka.com/

PROFESOR Dr Sapardi Djoko Damono lahir 20 Maret 1940 di Surakarta. Ia, kita tahu, adalah salah satu budayawan penting Indonesia. Pada 1986 penyair ini mendapatkan SEA Write Award. Ia juga menerima penghargaan Achmad Bakrie pada 2003. Tentu sebagai orang Jawa pendiri Yayasan Lontar ini memahami benar makna Lebaran. Apa komentar dia tentang pesona mudik dan makna pulang kampung? Berikut perbincangan dengan dia di Jakarta, belum lama ini. Continue reading “Sapardi Djoko Damono Tak Tergetar oleh Sihir Lebaran”

Bahasa ยป