Ironi Sastra Bugis yang Terkikis

Eduardus Karel Dewanto
http://www.korantempo.com/

Kitab La Galigo memiliki panjang sekitar 300 ribu baris. Dua kali lebih panjang dibanding Kitab Mahabharata dan Ramayana dari India.

Singapura — Layar putih panggung perlahan menggulung naik, satu-satu orang berbusana tradisional Bugis berjalan seirama kesunyian memasuki pentas. Mereka mengusung beragam perkakas sehari-hari. Disusul dua orang berbalut kain biru sepanjang enam meter merayap melintas di bibir bagian depan panggung. Selama 15 menit prolog lakon sastra epik besar I La Galigo itu penuh kesenyapan. Continue reading “Ironi Sastra Bugis yang Terkikis”

Suara Marginal Burung Merak

Indra Darmawan
http://www.korantempo.com/

Rendra konsisten menyuarakan perlawanan terhadap penindasan dan ketidakadilan.

JAKARTA — Suaranya menggeletar liris. “Dengan sajak ini, bolehkah aku menyusut keringat dingin dari jidatmu?” katanya. Sejurus kemudian, tangannya menangkup wajah bulat yang menyelingi geraian rambutnya yang sebahu. Pria berkaus merah dilapis kemeja krem lengan pendek Eiger itu tak lagi bisa sembunyikan tangisan dari dasar hati. Continue reading “Suara Marginal Burung Merak”

BELAJAR MENULIS DARI ISBEDY STIAWAN ZS

Sutejo
Ponorogo Pos

Nama penyair Lampung ini tampaknya tidak seakrab nama sastrawan kita macam Taufik Ismail, Sapardi Djoko Damono, WS Rendra, Hamid Jabbar, Sutardji Calzoum Bahri, Wiji Thukul, dan lain sebagainya. Meskipun begitu dalam Isbedy adalah sastrawan yang tidak perlu lagi dipertanyakan komitmen dan eksistensinya dalam dunia kepenyairan (belakangan juga memasuki dunia cerpenis). Ada beberapa hal menarik dari pengakuannya. Continue reading “BELAJAR MENULIS DARI ISBEDY STIAWAN ZS”

PENYAIR FAUZI ABSAL; Berharap dari Honor Puisi Saja, Berat

Haryadi
http://www.kr.co.id/

BERTAHAN hidup dengan menggenggam erat ideologi kepenyairan secara psikologis memang menghadirkan satu kepuasan tersendiri. Berkarya menciptakan puisi kemudian menawarkan kepada masyarakat melalui beberapa cara, pada saat-saat tertentu seakan-akan mengantar pada seseorang berdiri di sebuah menara menjulang. Tetapi jika bicara soal kontraprestasi material dari hasil mencipta puisi, bukan tidak mungkin seorang penyair akan ngelus dada. Continue reading “PENYAIR FAUZI ABSAL; Berharap dari Honor Puisi Saja, Berat”

Bahasa ยป