Negeri Kita Belum Merdeka

Wawan Eko Yulianto *
oase.kompas.com

“NEGERI KITA BELUM MERDEKA!” begitulah kira-kira bunyi headline dua koran lokal menyusul ‘pemerkosaan’ sebuah monumen kemerdekaan hasil sumbangan yang baru diresmikan.

Dua minggu sebelum peringatan hari kemerdekaan, para veteran yang dulunya tergabung ke dalam tentara pelajar mengundang bapak walikota dan para wartawan ke sebuah sudut jalan di sebuah pemukiman. Continue reading “Negeri Kita Belum Merdeka”

Sepasang Pencari Ikan

Mahmud Jauhari Ali

Pria bertubuh ceking itu masih tertatih-tatih menggendong mayat adiknya. Ia baru saja merapat dari sungai kecil dengan sebuah perahu motor. Sudah satu jam ia meninggalkan kota. Ia diburu, jiwanya ditingkahi ketakutan teramat sangat. Hanya adiknya yang dapat ia bawa. Itu pun jasadnya saja. Kakinya berlumuran darah akibat sayatan belati di paha kiri dan telapak kaki kanannya. Tubuhnya kemudian roboh di tanah becek dekat pohon beringin yang berdiri tegak. Tak ada manusia lain yang tahu ia roboh. Diciumnya mayat adik kesayangannya yang baru berusia 15 tahun itu. Mayat wanita muda itu kini dipeluknya erat. Ia menangis, hatinya pedih, wajahnya seperti orang gila yang sedang meringis campur tawa. Continue reading “Sepasang Pencari Ikan”

Mudik Lebaran

Asep Yayat
http://www.suarakarya-online.com/

Setiap lebaran aku selalu pulang kampung. Mudik. Tak terkecuali lebaran kali ini. Segala persiapan sudah beres. Jadi, tinggal berangkat saja. Beberapa hari lalu mobil sudah kubawa ke bengkel: ganti oli plus servis mesin dan penyejuk udara alias AC. Dengan demikian, meski terbilang sudah uzur, mobilku tetap nyaman dan bisa diharapkan tidak mogok di perjalanan. Continue reading “Mudik Lebaran”

NING RIRY

Ramadhan Alyafi *
http://www.radarmojokerto.co.id/

?Aku menyesal telah mengenalmu, Ri. Mengenal seorang Ning Riry Azzahra!! Mengapa Allah mempertemukan kita kalau akhirnya kita harus berpisah seperti ini.? Ucapku kepada Ning Riry pada suatu senja di temani hujan deras. Ning Riry hanya bisa terdiam seribu bahasa di depanku. Sementara itu pakaian kami telah basah kuyup di guyur hujan deras. Kami berdua terdiam di tengah halaman kampus yang sudah sepi. Sepi dari para mahasiswa yang kuliah hari itu. Continue reading “NING RIRY”

Bahasa ยป