Aku Pertemuan di Pesisir Barat *

Penggalan Novel Sepasang Sayap di Punggungmu
Karya: Mangun Kuncoro

Waktu pun berputar begitu cepatnya membuat putaran-putaran ganda dalam kehidupan laksana kincir air yang disapu arus deras gelombang sungai. Fatan sudah jauh berjalan, entah dimana lagi Fatan menghentakkan kakinya, berjuta fenomena mewarnai perjalanan panjangnya, tapi sekali lagi, sejauh ini Fatan berjalan, dia belum menemukan apa-apa semakin jauh ia berjalan semakin ketidak mengertian mendera, selalu begitu tanda tanya besar selalu bersarang dalam benaknya membuatnya tenggelam dalam samudra ketidakmengertian. Continue reading “Aku Pertemuan di Pesisir Barat *”

Seorang Nenek di Ujung Dermaga *

Vyan Tashwirul Afkar

Untuk kesekian kalinya, aku melihat nenek itu di sana lagi. Di ujung dermaga, sore hari. Menatap penuh harap kepada lautan seolah-olah menanti sesuatu akan bangkit dari sana. Dari balik gulungan air laut, di antara celah-celah batuan karang, atau mungkin dari dalam lubang-lubang persembunyian keong dan hewan-hewan laut lainnya. Entah apa itu. Aku dan semua warga di sekitar dermaga lainnya tiada menahu. Yang kami tahu, adalah sebuah kewajiban bagi nenek itu untuk berada di ujung dermaga ketika senja merayap menaiki langit kampung kami. Continue reading “Seorang Nenek di Ujung Dermaga *”

Lukisan Perempuan *

Kafiyatun Hasya

“Aku memang tak menampakkan dihalayak banyak orang, tapi aku tahu kau diantara mereka”. Ucapmu padaku disenja kemaren. Entah kenapa aku tak bisa mengerti posisimu. Kau sebagai seorang pelukis yang terkenal, tak pantang memenyerah ketika malas menyambar semagatmu. Mungkin itu karena kau hidup dari hasil corat-coret tanganmu. Tapi aku yang berstatus kekasihmu sejak dua tahun yang lalu, tak penah kau kenalkan dengan teman-temanmu. Kau hanya mengenalkanku pada lukisan-lukisanmu. Kau paling banyak melukis perempuan daripada benda atau makhluk lainnya. Saat ditanya, kau hanya menjawab dengan senyuman serta sentuhan lembut ditanganku untuk sekedar menenangkanku. Continue reading “Lukisan Perempuan *”

Bahasa »