CIDOMO

Putu Nur Ayomi
http://www.balipost.co.id/

MALAM belum lagi beranjak subuh, dan lelaki itu belum juga sempat benar-benar terlelap, kudanya melenguh lagi, lenguh kesakitan yang membuatnya terjaga semalaman, kaki kuda itu patah tadi pagi, ketika salah satu rodanya terperosok ke selokan dan kaki kudanya yang tua tak sanggup menahan hentakan berat yang tiba-tiba. Lelaki itu membolak-balikkan badannya dengan geram dan marah, andai ia punya pistol ia akan mendatangi kuda itu dan langsung menembaknya, mengakhiri penderitaan mereka berdua. Continue reading “CIDOMO”

EMAK

Hat Pujiati
http://www.balipost.co.id/

Emak menghempaskan pantatnya di balai-balai bambu di ruang tamu yang tak berkursi itu. Lantai tanah dan dinding bambu yang jauh dari sederhana itu membuatnya nyaman. Kakinya berselonjor terbalut kain batik selutut yang sudah lusuh dan kumal. Ada lumpur kering yang lolos dari awasnya saat ia membasuh betis hitamnya di kanal-kanal sawah sepulang dari kerja siang itu. Kuku-kuku kakinya hitam menempel pada jari-jari kaki yang pecah-pecah. Continue reading “EMAK”

A Y A H

DG. Kumarsana
http://www.balipost.co.id/

NYOMAN memandang es kelapa muda di hadapannya dengan mulut membisu. Minuman itu tidak lagi menawarkan kesejukan di kerongkongan, seperti hari kemarin dan kemarinnya lagi, hambar! Pikirannya kacau. Ada perasaan gelisah dalam benaknya, Lagi kangen? Kangen dengan siapa, Neni? Busyet, sudah terlalu sering bertemu, bahkan saking seringnya sampai membosankan, pikirnya. Continue reading “A Y A H”

K e c e w a

Chairul Abshar
http://www.suarakarya-online.com/

Bila tidak karena mempertimbangkan kegaduhan yang mungkin timbul, Darwis hendak berteriak sekeras kerasnya dan berlari keliling perkampungan itu. Ia ingin memproklamirkan kegembiraannya kepada semua warga bahwa dia siap bekerja lagi. Semua utangnya akan dibayar lunas. Mang Karta pemilik warung rokok, Mpok Milah pedagang nasi uduk tak perlu was was kalau ia kabur. Kalau perlu, bayar sekalian berikut bunganya. Dan, terakhir, akan dipasangkan di depan rumahnya pengumuman: “Dilarang memandang Darwis sebelah mata”. Pedih rasanya dilecehkan karena menganggur. Continue reading “K e c e w a”

Bahasa »