Beginilah Buah Khuldi Itu Jatuh

Benny Arnas *
suarakarya-online.com

Khidmatilah cerita ini seperti engkau menggunting daun pandan yang tak mampu dianyam menjadi setangkai ingatan. Bacalah cerita ini seperti engkau menyeruput kopi dalam cangkir yang tak ikut serta dibeli. Bacalah cerita ini seperti engkau melumat setiap lelaki seolah tak peduli bahwa; di taman merah lavender, Hawa juga turut serta memakan buah khuldi …. Bacalah! Continue reading “Beginilah Buah Khuldi Itu Jatuh”

Perempuan dan Matahari

Saut Poltak Tambunan
http://www.suarakarya-online.com/

“Jangan ngebut, Gus! Aku takut!” Ratih ketakutan ketika Bagus menambah kecepatan, pelukannya makin erat.
“Ha ha ha, aku suka ini!” Bagus tertawa ngakak lalu terputus karena Ratih mencubit pinggangnya.
“Aku nggak mau mati konyol, Gus! Aku serius!” “Sorry, sorry, Mbak.”
“Nih, aku peluk biar kau senang, tapi nggak usah ngebut,” Ratih memeluk lebih erat dari belakang. Continue reading “Perempuan dan Matahari”

Sang Pembunuh Syams

Salamet Wahedi
http://www.surabayapost.co.id/

Syams. Kami memanggilnya. Syams Al-Wahed. Sudah dua tahun, ia telah meninggalkan kami. Ia telah menjadi manusia impian. Banyak hal dan peristiwa yang, tiba-tiba, minta dikenang. ’ee’, logat-gaya bicaranya agak lambat. Matanya yang selalu menampak kuyu. Kebiru-biruan. Pakaiannya ala kadar. ”si charokonx”, begitu kami memanggilnya. Lalu, ia nyengir. Lalu keluarlah filosofi andalannya, ”chasing boleh charokonx, tapi isi tetap tetap nomer settong”. Continue reading “Sang Pembunuh Syams”

Malingisme

Rakhmat Giryadi
Radar Surabaya, 10 Juli 2011

Jarak kampung Suka Miskin dengan kota tidaklah jauh. Kata para tetua di kampung, hanya berjarak satu tarikan napas. Namun, sejak kota Suka Maju berkembang pesat, kampung Suka Miskin, bertambah kelihatan miskinnya dan jarak antara kampung dan kota seperti bertambah jauh. Seperti ada jurang curam yang harus ditempuh penduduk kampung Suka Miskin untuk menuju ke kota Suka Maju. Continue reading “Malingisme”

Lelaki Penghias Kubur

Aguk Irawan MN*
Minggu Pagi, Juli 2011

TAK bisa dipungkiri, bagi banyak orang sejauh mata memandang, harta dan kehormatan itulah kebahagiaan. Orang mengejar mati-matian agar menjadi pejabat, tidak lebih tujuannya adalah demi itu. Menjadi pejabat, atau orang terhormat tanpa materi adalah semacam aib besar. Tetapi tidak pada seorang lelaki tua. Di keheningan pagi yang buta, ia seperti berkelakuan aneh, padahal orang seantero negeri ini tahu, kalau ia adalah lelaki terhormat dan kaya. Continue reading “Lelaki Penghias Kubur”

Bahasa »