Terpenjaranya Sang Guru

M.D. Atmaja

Waktu berlari dengan cepat ketika manusia merangkak di dalam kegelapan di dalam ketakutannya. Mahluk berjalan tegak, melesat dengan dua tangan dan dua kaki terlipat. Bersembunyi dari kerlip bintang. Menyelidik malam ketika mahluk sejenisnya tertidur. Dia ini, seperti bukan manusia. Dia merambat, menapaki huruf demi huruf dan menafsirkannya seperti ketika para leluhur menatap semesta alam yang bergelayut dalam irama. Dia lah lelaki dengan bekal rasa yang tersemat di dada terus menjajaki setiap jejak-jejak kehidupan. Continue reading “Terpenjaranya Sang Guru”

Bayi Bersayap Jelita

Agus Noor *
jawapos.co.id

KAKEK bisa membelah diri. Bisa berada di banyak tempat sekaligus…

Aku melihat Kakek tengah berdiri memandang keluar jendela, ketika aku masuk. Kamar gelap -mungkin Kakek sengaja mematikan lampu- aku merasa ia tak ingin diganggu. Pelan pintu aku tutup kembali. ”Masuklah,” suara Kakek lemah. Ia tergolek, dengan selang oksigen dan infus yang bagai mencencangnya di ranjang. Demi Tuhan! Aku tadi melihat Kakek berdiri dekat jendela itu. Benarkah Kekek bisa berpindah dalam sekejap? Continue reading “Bayi Bersayap Jelita”

Seribu Matahari Dibungkam Hujan

M.D. Atmaja

Hari Sabtu, sebuah matahari memancar ramah di pagi hening, menerangi angin bertiup. Bola yang memancar di langit, menatap tanpa tirai pada lembaran-lembaran kain, biru dan hijau yang menjalar di jalan-jalan kota. Sinar berpendar di angkasa rasa seolah ingin menutup mata. Tak ingin memandang kota yang dipenuhi biru-hijau menjalar dalam kesombongan. Ia tidak ingin melihat sedangkan Rajanya menciptakan diri untuk melihat dunia saat siang agar manusia bisa saling memandang dalam gerak dan kerja. Continue reading “Seribu Matahari Dibungkam Hujan”

Tentang Anak Lelaki yang Tinggal Satu Lorong dengan Kami

Yetti A.KA *
jawapos.com

Klau aku terlalu memikirkan Mendung, sebab dia teman putraku, Bami. Dan dia satu-satunya teman bermain Bami di lingkungan yang baru kami tinggali ini. Kebetulan sekali rumah kontrakan kami dan rumah anak itu berada dalam satu lorong yang menyisakan halaman sangat sempit dan hanya bisa dilewati sepeda motor. Di mulut lorong terdapat tulisan: mesin motor harap dimatikan. Continue reading “Tentang Anak Lelaki yang Tinggal Satu Lorong dengan Kami”

Ranjang Pengantin

M.D. Atmaja

Manusia meluncur di atas tanah. Dua manusia. Satu lelaki, yang satunya lagi adalah perempuan. Di atas tanah itu, mereka hanya berdua. Telanjang seperti para pendahulu yang tidak berselubung apa pun. Semuanya nampak. Tidak ada tirai walau itu selayak kaca yang menampakkan seluruhnya. Mereka meluncur dalam pegangan tangan erat. Menuju ke lembah-lembah basah tak bernama. Dalam perjalanan ke sana, mereka melewati hutan yang riuh dengan kepentingan. Melewati persawahan dengan padi yang menguning dan menunduk dalam syukur yang hangat. Mereka juga melewati tepian pantai, yang di sana gemuruh ombak dan butiran pasir membisik di alunan ikhlas yang belum terpahami dua manusia ini. Continue reading “Ranjang Pengantin”

Bahasa ยป