Yang Tak Mungkin Terjalin, Selamanya

Zahra As-Sauda? *)
http://celaledinwahyu.blogspot.com/

Ia berlalu. Ia tinggalkan serpihan hatiku yang hancur-lebur berserakan di sudut mataku. Aku masih tak pula memahami apa yang sesungguhnya ia inginkan. Berulang kali aku jelaskan padanya, pada gadis itu, betapa aku sangat mencintai dirinya. Aku pun telah memohon padanya untuk ?paling tidak- berpura-pura mengizinkanku memiliki dirinya seutuhnya. Meskipun aku tahu, sedetik pun aku tak bisa wujudkan harapanku itu. Dan karena itu, ia menolak. Ia tak mau itu. Ia tak inginkan itu. Ia hanya berkata tidak, kemudian diam, dan pergi. Continue reading “Yang Tak Mungkin Terjalin, Selamanya”

Mimpi Sukarti

Yessie
http://oase.kompas.com/

Waktu kecil sebenarnya Sukarti bercita-cita jadi guru, tapi mimpinya itu kemudian harus kandas, Sukarti terpaksa tidak melanjutkan sekolah karena tidak ada biaya. Dulu dia kerap mengatakan kepada ibunya kalau dia ingin sekali menjadi seperti Ibu Rukiah, gurunya di sekolah dasar dulu. Ibunya selalu mendukung dan memberi harapan kalau Sukarti rajin belajar, maka suatu hari dia pasti dapat menggapai cita-citanya. Tapi semuanya hanya tinggal mimpi, Sukarti pun diam-diam memiliki mimpi yang lain, menjadi TKW seperti gadis-gadis di desanya. Kehidupan keluarga mereka lebih baik setelah bekerja di luar negeri. Walau ada beberapa yang bernasib buruk, Sukarti tidak takut dan bertekad mimpinya ini harus tercapai. Continue reading “Mimpi Sukarti”

Bunda, Kapan Ayah Pulang?

Dodiek Adyttya Dwiwanto*
http://oase.kompas.com/

Suara deru motor terdengar cukup kencang dari arah depan rumah. Ali kecil langsung berlari tergopoh-gopoh menuju ke ruang tamu.
?Ayah datang! Ayah datang!?

Tapi sesampainya di ruang tamu, Ali kecil yang mengintip dari jendela ruang tamu hanya bisa mendapatkan kekecewaan yang mendalam. Bukan sang ayah yang datang melainkan Pak Salim, tetangga depan rumah yang akan berangkat ke kantornya pagi ini. Continue reading “Bunda, Kapan Ayah Pulang?”

Lelaki Pendongeng dan Gadis Senja

Adi Toha *
oase.kompas.com

Bertahun-tahun ia telah berjalan dari kota ke kota, singgah di banyak tempat, bertemu dengan bermacam orang, namun tak pernah sekalipun terbersit keinginan untuk tinggal di salah satunya dan hidup bersama orang-orang baik hati yang ia temui. Namun pada suatu senja yang remang, ketika ia tengah berdiri sejenak di bawah lampu jalan yang mulai menyala dan matanya tak sengaja menangkap sosok seorang gadis yang tengah menikmati sisa cahaya lembayung dari jendela kamarnya, mendadak ia merasa bahwa perjalanannya telah sampai di kota terakhir tempat ia akan menghabiskan sisa hidupnya. Continue reading “Lelaki Pendongeng dan Gadis Senja”

Percakapan Mata

Faisal Syahreza
http://www.suarakarya-online.com/

Ibu emang mau pergi kerja. Tapi tanpa lipstik dan bedak. Tanpa sebuah kemeja juga bahkan tanpa celana yang layaknya untuk kerja ke kantor. Ibu emang pegawai. Tapi aneh. Ibu tak punya kantor. Atau bisa dibilang terlalu banyak tempat ibu bekerja, hingga tak tahu persis aku di mana sih tempat ibu kerja sebenarnya. Jadwal ibu yang padat dan tak ada liburan, kecuali mungkin sakit, membuat waktu untuk mengurus aku sepertinya nol. Makanya ibu mengajak aku kerja, intinya ke mana ibu kerja aku selalu dibawa. Continue reading “Percakapan Mata”

Bahasa ยป