Nosfratu

Sunlie Thomas Alexander
http://suaramerdeka.com/

BAYANGAN nosfratu tak pernah dipantulkan oleh cermin. Karena itulah kau berkelit menjauh, ketika Ros, kucing manis itu ?demikian kau selalu menggodanya? mencoba merengkuh tubuhmu. Hm, wangi parfumnya memang kelewat menggairahkan, nyaris memabukkan seperti aroma anyir darah…
Melangkah ke kain gordin merah tua yang tersibak lebar, dari kaca jendela kau melihat rintik gerimis yang masih berebahan di jalanan muka rumah kontrakan penari berpinggul molek itu semakin tipis, berpendar keperakan oleh cahaya lampu jalan dan satu-dua kendaraan yang sesekali melintas lewat. Continue reading “Nosfratu”

Senja Hari Draupadi

Saroni Asikin
suaramerdeka.com

(1)
SENJA jingga. Angin sejuk menguarkan amis darah. Draupadi berjalan menuju altar persembahyangan. Rambut panjangnya tergerai. Melambai-lambai. Aroma dupa yang mengambar tak mampu mengusir bebauan anyir dari Kurusetra. Sembari memberesi pedupaan, mulutnya melantunkan Sloka Siwa.
“Salindri, siang tadi apa kau lihat Bima mengayun-ayunkan gada menuju Kurusetra?” Continue reading “Senja Hari Draupadi”

Penyair Bejo dan Tukang Cerita

Stefani Hid
http://suaramerdeka.com/

TAK lama setelah matinya si tukang cerita, banyak kertas-kertas ditemukan. Salah satunya adalah kertas lusuh yang tergeletak di atas meja Bejo. Kertas itu penuh dengan tinta biru dan tulisan tangan yang konon disinyalir adalah tulisan tangan Bejo. Polisi yang menyangka Bejo adalah pembunuhnya, berusaha mencari bukti-bukti dan mengaitkan cerita-cerita. Adapun isi kertas yang ditulis oleh Bejo adalah begini: Continue reading “Penyair Bejo dan Tukang Cerita”

Jimat Sero

Eka Kurniawan
suaramerdeka.com

”KAMU masih sering dipukul orang?” tanya teman lamaku, waktu kami berjumpa di rumah nenek, Lebaran lalu. ”Ya, enggak, lah,” jawabku sambil nyengir.

Ia mengingatkanku pada masa kecil kami. Saat itu ibuku baru melahirkan adik, dan bapak menitipkanku ke rumah nenek di kampung. Di sekolah yang baru, hanya aku yang pakai sepatu dan hanya aku yang punya rautan pensil. Sial sekali memang. Dengan tubuh kecil, ringkih, hidung penuh ingus dan sering pilek, aku menjadi bulan-bulanan teman sekelas. Setiap hari mereka merampok uang jajanku. Continue reading “Jimat Sero”

Kota Yang Meninggalkan Kesepian

Denny Mizhar

Matahari kemerah-merahan mengantung di sisi barat langit. Senja sebentar lagi tiba, tak ada suara dari percakapan manusia. Keheningan mencekam lahir dari suara angin yang menerpa dedaunan rimbun pohon-pohon tertanam rapat di tanah tempat tinggalnya. Ahmad seorang tua berumur lima puluh tahunan hidup seorang diri. Kampung yang dihuninya lama ditinggalkan penduduknya untuk merantau ke kota. Continue reading “Kota Yang Meninggalkan Kesepian”

Bahasa »