Djibril dan Aku

Pringadi AS
http://reinvandiritto.blogspot.com/

Aku benar-benar tidak berbohong. Toh, tak ada gunanya aku berbohong. Sungguh, tadi aku bertemu Djibril sedang menyunyikan dirinya di tepi bukit sebelah Timur. Ia, dengan jubah putihnya, memandang langit dengan gamang ? mengucap mantra-mantra yang tak bisa kupahami artinya. Kira-kira lima menit ia terus begitu. Setelah itu, ia tampak memilin sesuatu yang tak begitu jelas kulihat. Sampai ia mengulum pilinan itu dan asap-asap berbentuk lingkaran mengepul dari mulutnya itu. Ya, aku baru sadar bahwa Djibril juga seorang perokok! Continue reading “Djibril dan Aku”

Dasi Abu-abu

Silvia Galikano
http://www.jurnalnasional.com/

Pedagang gulali itu tersipu malu ketika aku tanya berapa umurnya. ?Enam belas tahun?, jawabnya sambil menyapu peluhnya yang mengalir di kedua pelipisnya. Aku terkejut. Enam belas tahun? Otak matematika ku langsung mengalkulasi. 1993! Dengan segera ia menjawabnya, ?Iya?.

Tangan-tangan rampingnya yang hitam cekatan melumuri pinggan panas berdiameter tujuh sentimeter itu dengan gula. Continue reading “Dasi Abu-abu”

Sebuah Pura di Air Terjun Gitgit

Sunaryono Basuki Ks*
http://www.jawapos.co.id/

Om Sang Hyang Pramasti Adi Guru. Byoh Angadeg ring luhur tan kening lupute

Gusti Madi Agung menuntun lelaki botak berambut penuh uban yang berjalan tertatih-tatih itu setelah dia turun dari motornya. Lelaki itu dituntunnya masuk ke rumah berdekorasi China dengan warna merah yang dominan.

Seorang gadis cilik, mungkin berusia lima tahun, yang sedang sibuk membantu kakeknya menata kotak-kotak obat menyapa, ”Silakan masuk.” Maksudnya masuk terus ke ruang belakang. Continue reading “Sebuah Pura di Air Terjun Gitgit”

Lampu Taman

Yetti A KA
suaramerdeka.com

KALI pertama kami berjanji di sebuah bangku panjang di taman kota, memandang lampu taman putih susu yang berdiri tegak di dekat serumpun palem, lama-lama, sambil duduk bersisian, dan ia berkata: Lampu itu mengingatkanku pada kepala ayah.

Kalimat pertama darinya, dan aku tidak dapat menghapus satu kata saja. Continue reading “Lampu Taman”

Sembahyang Makan Malam

Hanna Fransisca
http://suaramerdeka.com/

Ayam jantan yang dikebiri, yang oleh kodrat manusia diganti nama menjadi jam kai, kini terbaring mati. Tubuhnya gemuk. Barangkali dulu ia adalah calon petarung sejati, dengan taji runcing setajam pisau. Tapi atas nama doa tulus yang kelak diucapkan pada malam imlek, pisau taji itu ditelikung berbulan-bulan. Lalu berakhirlah nasibnya sampai di sini: pada malam imlek saat jasad jam kai terbaring di dasar mangkuk tembaga, –setelah direbus dengan berbagai aroma bumbu. Continue reading “Sembahyang Makan Malam”

Bahasa ยป