Shanghai, 1943-Belinyu, 2000

Sunlie Thomas Alexander
http://www.jawapos.co.id/

Shanghai, Maret 1943

DARI suara radio yang sayup-sayup sampai lantaran menipisnya tenaga baterai, kau tahu kalau pasukan nasionalis kian terdesak. Kehidupan rakyat makin tak menentu, setiap hari selalu saja jatuh korban yang sulit dihitung di luar medan perang. Yang mati tertembak, sakit, atau kelaparan. Pengungsi bertebaran di mana-mana. Tak di desa, tak di kota. Shanghai memang tinggal menunggu kejatuhannya, pikirmu. Seperempat Cina telah dikuasai Jepang, mau apa lagi? Para konsul Barat sudah lama meninggalkan gedung-gedung kedutaan. Continue reading “Shanghai, 1943-Belinyu, 2000”

Batu-Batu di Gunung Parang

Sutirman Eka Ardhana
suarakarya-online.com

KALIAN tentu tak percaya dengan cerita ini. Bahkan, aku sendiri pun ketika pertama kali diberitahu tentang hal itu, menganggapnya sebagai sesuatu yang mengada-ada. Sebagai cerita lelucon belaka.

“Aku tidak sedang bercanda. Aku mengatakan hal yang sesungguhnya. Sungguh! Karena aku melihat semuanya dengan mata kepalaku sendiri. Aku melihatnya secara langsung. Karena itulah aku lantas meneleponmu untuk datang kemari, ke rumahku, ke desaku di kaki pegunungan Karangsambung ini. Continue reading “Batu-Batu di Gunung Parang”

Seru Aku dari Situ

Sunaryono Basuki Ks
http://www.suarakarya-online.com/

Pagi sehabis subuh saya aktifkan kembali HP saya dan sebuah sms masuk: “Ketika di masjid Nabawi Madinah & Masjidil Haram Mekkah, saya juga berdoa untuk kesehatan Bapak & terpanggil berhaji ke tanah suci,” Berkaca-kaca mataku. Tahun ini, ada tiga orang sahabat yang menunaikan ibadah haji, ketiga-tiganya berpamitan minta doa. Ketika musim haji pulang, saya kirim sms menyambut mereka satu persatu dengan ucapan “Selamat datang Haji Mabrur”. Yang pertama M. Shoim Anwar, yang langsung menjawab: “Amien. Saya tiba tadi malam.” Continue reading “Seru Aku dari Situ”

Bermuka Dua

Djunaedi Tjunti Agus
http://www.suarakarya-online.com/

Munaf tiba-tiba saja merasa ada yang aneh. Kepalanya, di bagian belakang, bergerak-gerak. Kemudian seperti ada yang tumbuh. Untuk memastikan apa yang terjadi dia mengangkat tangan dan merabakan telapak tangannya ke kepala bagian belakangnya.

Dia kaget bukan kepalang. Munaf merasakan di kepala bagian belakangnya tak ada lagi rambut, berubah total membentuk wajah baru. Ada mata, ada hidung, ada kumis, ada mulut. Continue reading “Bermuka Dua”

Terompet

Faradina Izdhihary
http://www.suarakarya-online.com/

Ini gak bisa didiamkan lagi, Pak Camat. Harus segera diambil tindakan! Demikian Sapuan menyampaikan usulannya kepada pimpinan di kecamatan itu, baru-baru ini. Usulan itu disampaikan dengan penuh kemarahan. “Ya benar, Pak Camat. Kita laporkan polisi saja! Kebiasaan Trisno benar-benar menganggu ketentraman warga,” tambah Suratno pula. Continue reading “Terompet”

Bahasa ยป