Undangan Rasa Cokelat

Uki Bayu Sedjati
http://jurnalnasional.com/

?Aku lagi sibuk, nggak bisa..?
??Tolong, deh. Kamu tega..nggak kasian aku.??

Rodi lagi-lagi menggelengkan kepala. Rasanya kepingin membanting HP. Untung emosinya masih terkendali. HP yang entah ke berapa. Baru dibelikan. Desainnya oke, fiturnya lengkap. HP yang lama ada yang ketinggalan di taxi, di motel, di spa, juga ada yang berkeping dibanting, kemarin, saat Amara cemburu berat. Andai kejadiannya tak di lobi hotel, mungkin bisa diacuhkan. Continue reading “Undangan Rasa Cokelat”

Pada Suatu Pagi, Usai Hujan Semalam

Dodiek Adyttya Dwiwanto
http://jurnalnasional.com/

Suara ayam berkokok terdengar meski tidak terlalu kencang. Ayam jantan milik Pak Tamam itu sepertinya sudah hapal dengan jadwalnya di pagi hari. Pejantan itu harus berkokok. Ia harus menjadi penanda telah bergantinya malam menjadi pagi. Ah, memang unik juga Pak Tamam. Ia memelihara ayam jago ketimbang ikan, kelinci, kucing, atau anjing. Continue reading “Pada Suatu Pagi, Usai Hujan Semalam”

Dingin

Yuki Anggia Putri
http://jurnalnasional.com/

7 Desember 2008, 7.30 a.m., Incheon International Airport.

Aku tersentak bangun ketika suara kapten pilot meraung lewat headset yang terpasang di telinga. Aku menggerutu dalam hati, lupa mencopot benda itu sebab terlena dibuai kantuk. Kapten memberitahu bahwa 30 menit lagi pesawat mendarat di Incheon dan suhu udara kini adalah minus empat derajat Celcius. Continue reading “Dingin”

Kamar Mandi

Yetti A.KA *
jurnalnasional.com

Saya rebahkan badan di lantai kamar mandi, telentang menghadap pagu. Rambut saya terserak di lantai, mirip tumpukan kain pel. Saya rentangkan kedua lengan, membentuk garis horizontal, lalu dua kaki saya merapat, jadilah saya sebuah pesawat terbang mainan. Benda belaka. Tentu enak menjadi benda, ia tidak punya emosi. Ia mati. Namun saya benda yang tidak mati. Saya terlihat memprihatinkan, bukan? Saya…ah, entah. Saya kurang yakin apa motif saya. Yang saya tahu saya sedang kesal padanya dan saya lepas kendali. Continue reading “Kamar Mandi”

Keturunan Cindaku

Zelfeni Wimra
http://jurnalnasional.com/

Periksalah keadaan keluarga kita dengan lebih sabar, Bang Yas. Memang tidak bagus bila terus-menerus tersinggung ketika kita dikatakan berasal dari keluarga Cindaku. Dan sungguh tak perlu lagi marah mendengar tudingan bahwa kita lahir dari kakek-nenek yang pengecut. Tidak berani memeluk kebenaran. Takut berperang melawan kejahatan. Continue reading “Keturunan Cindaku”

Bahasa ยป