Tujuh Jumat

Maimun Saleh
http://oase.kompas.com/

JIKA bukan sebab pohon-pohon melintang, aku tak menghentikan langkah. Ini bukan musim hujan. Aku paham, bila petir tak menebas pohon, maka kematian sedang mengendap. Bukit Lawah, segera merah. Amis membumbung.

Kuakui rupaku pasi. Burung-burung itu, serentak pergi tergesa-gesa meninggalkan daun-daun hijau melayang menuju tanah. Itulah sebab kutarik ujung sawak, menutup wajah bungsu, agar ia tak melihat bulir air mataku melintas. Continue reading “Tujuh Jumat”

P u l a n g

Fannie A. Yulandari
http://oase.kompas.com/

Semilir angin menerpa wajahku begitu aku turun dari angkutan desa. Sejuk sekali. Lama tak kurasakan kesegaran seperti ini. Berbeda dibandingkan udara Jakarta yang pengap. Kulangkahkan kaki menuju rumah Eyang Kung yang masih terletak sekitar 1 km lagi dari pemberhentian angkutan. Sudah berapa tahun kutinggalkan tempat ini? Continue reading “P u l a n g”

Menit-menit Terakhir

Ivy Goodman
Penerjemah: Dwi Fitria
jurnalnasional.com

Aku berusia lima belas pada tanggal lima belas. Ayahku meninggal pada tanggal satu, nenekku tanggal dua belas, pacarku tanggal delapan belas.

“Kau berikutnya,” ujar ibuku pada tanggal dua puluh dua. Ia menyerahkan padaku sepotong silet dan sepucuk revolver. “Aku sarankan kau pilih revolver,” ia berbisik, “tapi yang manapun yang kau pilih, sebelumnya sebaiknya kau merangkak dulu ke dalam kantung plastik.” Ia membuka pintu ruang bawah tanah dan melambai. “Selamat tinggal, Dena.” Continue reading “Menit-menit Terakhir”

Ayah, 80 Tahun Lebih

Darman Moenir
jurnalnasional.com

MUNGKINKAH orang setua ayah, berusia delapan puluh tahun lebih, masih harus dibiarkan bekerja di sawah dan di ladang? Dan, bekerja di sawah, jelas beliau bergelimang dengan luluk, dengan bau tanah, dengan lumpur, dengan miang jerami, dengan bajak, dengan hadangan cuaca amat panas di musim kemarau, sering berbadai di musim hujan. Tetapi adakah cara paling santun menegah ayah yang bekerja dengan semangat empat-lima seperti para pejuang merebut dan memertahankan kemerdekaan? Continue reading “Ayah, 80 Tahun Lebih”

Bahasa ยป