Stro Bertanya: Siapa Lebih Cantik di Antara Kami

Yetti A.KA *
jawapos.com

Sebelum tidur, Stro, istriku, kembali bertanya: jadi siapa yang lebih cantik di antara kami. Aku meliriknya dan secepat itu pula ia membenamkan wajah ke bantal. Ia tersengut, setengah ditahan. Aku tahu sesungguhnya ia tidak menginginkan jawaban dariku seperti biasa ibunya berkata ”kamu lebih cantik” setiap Stro bertanya pada sebuah cermin, meniru adegan sebuah dongeng anak-anak sebelum ia lulus SMP. Aku paham apa yang mesti kulakukan, keluar dari kamar sampai Stro tertidur. Sama seperti malam-malam sebelumnya. Continue reading “Stro Bertanya: Siapa Lebih Cantik di Antara Kami”

Abu Zardak*

Fahrudin Nasrulloh
Surabaya Post, 12 JUli 2009

Di dusun Tis di wilayah Qulaiwah, dalam kenangan Abu Zardak, adalah tilas gaib Banul Jan. Dengan hamparan gurun yang kuasa menghisap iman dan ingatan bagi orang yang nekat merambahnya. Dengan pemandangan bebukitan berbatu yang, konon, kilau putihnya, kerap memancarkan sinar berasap pilu-kalut dari airmata Adam dan Hawa. Betapa nelangsa lanskap ini bila diriwayatkan penyair pendusta atau si dukun peramal yang culas. Continue reading “Abu Zardak*”

Aku, Suara, dan Maryam Kedua

Krisandi Dewi
http://www.facebook.com/people/Krisandi-Dewi/1177407133

Sekali lagi hujan turun kesekian kali hari ini.
Entahlah kenapa Tuhan tak sekaligus saja menurunkannya, sekalian mengguyur lapak-lapak tandus juga tanah bedeng yang biasanya sekali siram,apa-apa yang di atasnya pasti akan tenggelam,terendam.
Ah, tapi aku sudah bosan menelaah dan menerka kenapa Tuhan bertindak seperti ini, berkehendak layak itu.
Otakku sudah dungu, jadi tak mau lagi aku membuatnya semakin berkarat lalu sekarat gara-gara itu. Aku lebih melamunkan yang ada di tengah sawah saat ini. Continue reading “Aku, Suara, dan Maryam Kedua”

Pesta Esok dan Tangis yang Meng-crystal

Gita Pratama

Aku hanya ingin bercerita tentang pesta tanpa gaun, pendar lampu-lampu kristal ataupun meja penuh hidangan lezat. Pesta yang membuat semua orang tertawa geram dan tangis tertahan. Di tengah kelahiran, ruang lain justru sedang meregang nyawa, mengurai keringat dari bulir-bulir kenangan yang dingin. Malam ini adalah cerita kematian dari tawa yang sunyi. Dari malam yang sepi tentang kepala botak merah darah. Juga kelahiran dari sepi yang riuh, dari malam yang sibuk bercerita tentang penggalan kepala berhias kata-kata. Continue reading “Pesta Esok dan Tangis yang Meng-crystal”

Bahasa ยป