Zombi Atawa Mayat Hidup

Teguh Winarsho AS
kr.co.id

SEJAK ibu menjerat lehernya dengan tali jemuran di sepetak tanah kosong dekat kuburan beberapa hari silam, hingga kini masih kuingat bagaimana lidah ibu yang pucat mirip kain pel basah itu terjulur keluar, matanya melotot hingga kedua bola matanya seperti mau melesat dari liangnya, aku tersimpuh lemas di samping mayat ibu, menangis sesenggukan. Sementara ayah hanya terkekeh, mengepulkan asap tembakau dari mulutnya. Sesekali ia menendang pantatku jika aku menangis terlampau keras. “Jangan keras-keras! Perutku mau muntah!” Continue reading “Zombi Atawa Mayat Hidup”

Seto Menulis Peri, Pelangi, dan Para Putri

A.S. Laksana
jawapos.com

Pada suatu hari, ketika segala hal menjadi terang, dan begitu pun matamu, kau bisa mendapati seorang mayor bertingkah mencurigakan di rumahnya sendiri. Di rumah mayor itu Seto pernah datang sebagai juru selamat; ia membebaskan seorang berandal tanggung, anak si Mayor, dari keroyokan para bajingan depan losmen gara-gara urusan perempuan. ”Tinggallah di sini,” kata Pak Mayor ketika Seto mengantar pulang si anak yang lebam. Continue reading “Seto Menulis Peri, Pelangi, dan Para Putri”

Menari di Mentari

Gde Agung Lontar*
http://www.riaupos.com/

Lelaki itu terus menari, di atas mentari. Dari kejauhan seringkali tubuhnya kelihatan seperti hanya selarik siluet, yang tersamar dalam cerlang cahya perak. Terus saja ia menari, dalam komposisi yang barangkali hanya ia sendiri yang mengerti. Wajahnya pasi, seperti tanpa ekspresi. Sesekali nunduk, lalu tiba-tiba menyentak hingga tengadah ke langit, sehingga rambutnya yang panjang selewat bahu itu tergerai dalam rentak gelombang yang magis, lalu menimbulkan percik-percik bara kembang api kala bersinggungan dengan riak mentari. Continue reading “Menari di Mentari”

Trubador Gila

Abidah El Khalieqy
http://entertainmen.suaramerdeka.com/

TAK seorang pun tahu dari mana asalnya. Di mana kampung dan alamat rumahnya. Orang-orang hanya melihat tubuh kurus, melayang-layang bagai daun kering ditiup angin. Kadang barat kadang timur, kadang utara kadang selatan. Menggeremang dalam gendang telinga. Bersyair bagai pujangga. Menyanyi dan menari bersama anak-anak, dari rumah ke rumah, dari lapangan satu ke tengah lapangan lain. Continue reading “Trubador Gila”

Air

A. Rodhi Murtadho *

Air tergeletak di jalanan. Mengalirkan diri mencari pori tanah. Namun struktur pemukiman mempermainkan. Air hanya mengalir di pinggir-pinggir jalan. Mengisi lubang-lubang beraspal. Atau tergenang di tempat busuk tanpa bisa menghindar. Got-got beralas semen tak terstruktur menurun. Rata. Hanya memenuhi program tata pemukiman. Continue reading “Air”

Bahasa »