Kemarau Air Mata

Fakhrunnas MA Jabbar
kompas-cetak.com

Debu jalanan yang pekat menyesakkan napas. Sebuah truk pengangkut tanah timbun mengepulkan debu itu sehingga menggelapkan pandangan. Panas terik memang telah berlangsung terlalu lama. Aku sendiri tak sanggup lagi membilang karena sudah terlalu lama didera derita. Pohon-pohon meranggas. Dedaunannya berguguran. Entah kapan lagi sang pohon akan berbunga dan berputik kembali. Continue reading “Kemarau Air Mata”

Ketika Korona Matahari Membunuhku

Dian Hartati
http://sudutbumi.wordpress.com/

Matahari tidak terlalu panas siang ini. Entah mengapa itu terjadi padahal saat ini adalah musim kemarau. Jalanan tidak begitu terik seperti kemarau tahun lalu, pohon-pohon pun seakan diam tidak terlalu sibuk membuat klorofil-klorofil. Yah, apa mau di kata mungkin itu pengaruh penduduk bumi yang terlalu apatis dengan masalah lingkungan hidup. Continue reading “Ketika Korona Matahari Membunuhku”

Manequin

Teguh Winarsho AS
entertainmen.suaramerdeka.com

KATANYA kau akan menceritakan kepadaku kisah cinta yang mengagumkan. Kenapa tak kauceritakan sekarang?” pintaku pada Renata, kekasihku, pada suatu sore di bangku taman. Awalnya Renata hanya diam. Tapi beberapa saat kemudian dengan wajah malu-malu ia mulai bercerita: Continue reading “Manequin”

Damai

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

?Perlukah damai dideklarasikan?? tanya Amat mengomentari Deklarasi Damai yang diselenggarakan di depan Kantor Gubernur, Renon Sabtu lalu.

Ami yang terlibat di dalam kerepotan itu, menjawab dengan pertanyaan.

?Kalau tidak perlu kenapa??

Amat terkejut. Continue reading “Damai”

Bahasa ยป