Syarif Hidayatullah
http://www.lampungpost.com/
Kaukah itu yang datang di malam hari atau itu hanya angin belaka? Entahlah, yang jelas perempuan itu selalu menanti Jibril lantaran tahajud terus mengalir di tubuhnya dan malam selalu membisikinya tentang arti kehidupan.
Sejenak ia renungi angin gurun, mencoba menaksir apakah ada kehidupan yang lebih indah tanpa ada cobaan? Siluet api bergerak, membenturkannya kembali untuk mengingat Jibril, adakah kau yang datang malam hari? Continue reading “Perempuan Penanti Jibril”
