Dear: Gani

Lan Fang
jawapos.com

Hai, sudah lama kita sepi dari sapa. Aku selalu rindu bertukar kata denganmu. Mungkin hanya untuk pertanyaan remeh-temeh seperti, ”Bagaimana senjamu di sana?” atau sekadar, ”Tahukah kau kalau di sini terang masih saja setia?” Karena berkabar denganmu sama seperti menyapa kegembiraan. Continue reading “Dear: Gani”

KENANGAN

S Yoga
Jurnal Cerpen Indonesia Nomor 2, Juni 2002
http://syoga.blogspot.com/

I
Aku benar-benar bahagia hidup di kampung. Aku ingat betul bagaimana bentuk kampung, seluruh kampung seperti barak-barak yang dibangun kaum gelandangan, agak kumuh, tak teratur, dengan bangkai-bangkai perahu di samping rumah, jala membentang di pelataran, seolah kampung kami diselimuti labirin-labirin putih. Sebuah kepompong membungkus kampung. Semua rumah membelakangi laut dan menghadap matahari terbit, setiap pagi seakan ada fajar baru yang menyongsong kehidupan. Continue reading “KENANGAN”

Malin Kundang Pulang Kampung

Ahmad Muchlish Amrin
entertainmen.suaramerdeka.com

TERSIAR kabar dari toekang tjerita tentang Malin Kundang yang dikutuk Ibunya jadi batu, mungkin ingatanmu akan menjalar ke masa lampau bila di antara kita ada yang enggan pulang. Ah, toekang tjerita sudah mati, tinggal aku yang diwarisi cerita dan aku akan mengisahkan kembali padamu, mungkin kau akan menuduh kisah ini adalah cerita yang sesat. Tapi simaklah baik-baik kalimat demi kalimat yang menyimpan matahari asing. Continue reading “Malin Kundang Pulang Kampung”

Di Penghujung Revolusi

Geger Riyanto
suaramerdeka.com

BAR itu jauh dari keramaian. Jauh dari lalu lalang manusia yang bermandi peluh demi sebongkah roti, jauh dari jalan utama yang merupakan ban berjalan bagi mereka -para sekrup kecil ekonomi negara tersebut. Di ujung dalam, tampaklah seorang pria paro baya mengenakan kacamata hitam, masker, dan berjaket. Ia sedang berbicara dengan pria lain dengan topi bermoncong panjang yang nyaris menutupi matanya, dan kemeja lengan panjang bergaris-garis yang dilipat hingga siku. Continue reading “Di Penghujung Revolusi”

Pilkada

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Di depan Amat berdiri tiga orang kandidat gubernur. Mana yang harus dicoblos? Nomor satu, dua atau tiga? Amat bimbang. Ia tidak bisa memutuskan mana yang terbaik.

?Jadi mau nyoblos yang mana?? desak Ami..

?Itu rahasia, Ami.?

?Terus-terang saja, Bapak bingung!? Continue reading “Pilkada”

Bahasa ยป