Marhalim Zaini
Jawa Pos, 22 Feb 2004
Tahu apa kau tentang kehilangan
Sehingga membuatmu berbeda dari orang lain?*
Seolah seisi kedai menyimpan umpatan itu. Malam – yang diduga dapat menyembunyikan percik api sindir kebencian dari mata orang-orang – justru kini menjelma ribuan teluh yang mendera sunyi. Sunyi malam, yang memekat di dada Soi. Dada perempuan yang sipit matanya, membuncit perutnya, yang hanya memandangi genang bias cahaya lampu di wajah sungai hitam setiap malam. Continue reading “Perempuan yang Pandai Menyimpan Api”
