3 Cerita Mini tentang Kolonialisme Karya Ahmad Yulden Erwin *

1. KEMATIAN VASCO TRANA, SANG NATURALIS

Saya hikmati tangga nada terakhir simponi Beethoven nomor 9, saya terpana menatap sebingkai lukisan abad pertengahan, saya membaca seuntai soneta yang memilukan, saya menulis prosa tentang satu spesies bunga beracun yang mampu membunuh kupu-kupu dengan serbuk sarinya, saya berjalan menembus padang ilalang di seberang sepuing huma, mata saya menangkap cahaya matahari hinggap di lengkung embun sewarna cermin, awan-awan yang seperti gumpalan kapas di sayap tempua, jejak-jejak anoa pada jalan setapak berlumpur di tepi hutan, dan, pagi ini, saya melihat bulan seperti pipi halus seorang dara… **) Continue reading “3 Cerita Mini tentang Kolonialisme Karya Ahmad Yulden Erwin *”

ROPPONGI

Muhammad Antakusuma

Setelah 11 jam penerbangan dari Amerika Serikat, Acong keluar dari pesawat Delta Airlines. Sambil berlari, ia keluarkan paspor berlogo garuda menuju ruang imigrasi Bandara Narita Jepang. “Visa Transit” tertulis di halaman paspor Indonesianya. Di money changer, ia serahkan se­lembar dolar Amerika. Seratus dolar sudah berubah men­jadi tujuh ribu empat ratus yen. Continue reading “ROPPONGI”

Tragedi-tragedi di Tramway

Bernando J. Sujibto
Pikiran Rakyat, 04 Feb 2018

SALJU turun begitu deras pagi ini. Kota Konya telah sempurna menjadi putih seperti hamparan kain kafan yang panjang. Aku tak bisa memalingkan pandangan mataku kepada rumah-rumah dan pohon-pohon ringkih yang serupa jejeran batu nisan. Tak ada suara sama sekali yang bisa kudengar pagi ini, dari apartemen menuju durak tramway yang berjarak sekitar durasi menikmati segelas teh orang Turki. Di durak Fakuttas Hukum, ada beberapa orang yang tengah menunggu tramway. Aku tak bisa mengenali wajah mereka. Tubuhnya dibungkus rapat jaket tebal, penutup telinga, syal, dan topi dari bulu domba. Continue reading “Tragedi-tragedi di Tramway”

Gadis Kebaya Ungu

Rakai Lukman *

Jajaran reklame di jalan utama kota, spanduk dan kibar umbul-umbul diterpa angin barat seperti dadaku saat memandangnya duduk di bangku halte yang kusam. Gadis bermata elok, tubuhnya ramping dibalut kebaya. Pemandangan yang susah kutemui pada kota-kota metropolis di pulau Jawa. Ia mengalihkan perhatianku saat menikmati foto wajah selebriti jelita bersanding iklan seluler merk terbaru, yang kunikmati dengan mengulum bibir sendiri, berfantasi layaknya cumbu rayu jarak jauh. Continue reading “Gadis Kebaya Ungu”

Bahasa »