Sehelai Kain Kafan

Mahwi Air Tawar
cerpenkompas.wordpress.com

1/
Ia bergegas. Tangan kirinya menyingkap ujung sarungnya hingga beberapa inci dari mata kaki. Layaknya seorang penari memainkan satu komposisi. Berlenggak. Pinggulnya bergoyang ke kanan ke kiri, melangkah pasti sambil menjejaki jalan setapak perkampungan. Sementara lentik jemari tangan kanannya mengapit sisi bundelan kain agar tak tergelincir dari kepalanya. Continue reading “Sehelai Kain Kafan”

Selaksa Celurit Menggantung di Sebalik Dinding

Mahwi Air Tawar
cerpenkompas.wordpress.com

Bulan, selaksa celurit menggantung di dinding, bilik-bilik kandang. Segaris cahaya menelusup, rebah di halaman. Bayang-bayang pohon siwalan memanjang. Terang, di belakang rumah serupa gubuk, tempat tinggal Madrusin, sepetak ladang rimbun ilalang pucuknya turut bergoyang diayun angin. Cericit tikus, decak cicak, krik-jangkrik, kecipak air dari padasan. Lenguh sapi menggaung, kemerisik angin menyisir pelepah janur pohon berayun, melambai menimbulkan komposisi bunyi dan gerak; saling berpaut. Serupa tarian rombongan seronen; beriringan, menuju arena kerapan sapi. Continue reading “Selaksa Celurit Menggantung di Sebalik Dinding”

Gerimis Senja di Praha

Eep Saefulloh Fatah
cerpenkompas.wordpress.com

Senja Agustus memerah di kaki bukit Petrin, Mala Strana. Langit mengencingi Praha tak habis-habis. Gerimis turun sejak siang dan tak juga membesar. Sungai Vltava baru saja mulai tenang setelah marah meletup-letup selama setengah pekan lalu. Dua hari lalu, airnya naik hingga sembilan meter. Jembatan Charles nyaris terendam. Kemarahan Vltava nyaris saja menenggelamkan Praha. Continue reading “Gerimis Senja di Praha”

Om Kelom

Gerson Poyk
http://www.suarakarya-online.com/

Di usianya yang ke-85 tahun, pamanku masih sehat tetapi kelakuannya agak aneh. Walaupun ia seorang Doktor (yang sudah pensiun), kenangan aneh masa kecilnya datang lagi di benaknya. Ia melempar sepatu dan sandalnya ke gudang diganti dengan kelom. Continue reading “Om Kelom”

Bahasa »