Redi Kelud

Han Gagas
http://cerpenkompas.wordpress.com/

Aku lahir di tengah keluarga yang berbeda. Bapakku tunawicara, ibuku suwung kalau kambuh jadi begitu menakutkan. Marno, kakak pertama, suka berendam seharian. Kalau dilarang berendam, paling tidak ia mandi empat kali sehari, pukul 8, 11, 2, dan 4.

Kakak kedua, Basoko, kepalanya selalu meleng ke kiri, tak mau memandang jika diajak bicara. Ia hanya mau bersitatap denganku bila aku menanyakan sedang apa ia dengan bulpennya itu. Ia senang mencoret-coret bukunya mirip gambar, mirip angka, mirip tulisan, atau tak mirip apa pun. Continue reading “Redi Kelud”

Senin, Guguran Daun-Daun

Mahwi Air Tawar
lampungpost.com

TIGA helai daun kering melayang-layang di atas gundukan tanah kuburan. Patek!, umpatnya. Gemetar. Segurat wajah legam suaminya membayang. Burung memintas dari sela dahan pohon kamboja. Ia berpaling ke belakang, lengang.

“Pasti ulahnya,” gumamnya. Terbetik pikiran aneh perihal suaminya, Suhmiyati calon istri kedua. Ah. Berseraklah titik fokus tujuannya mendatangi kuburan lewat sepertiga malam dengan tubuh hanya dibaluti sarung setengah badan. Continue reading “Senin, Guguran Daun-Daun”

Berangkatlah di Hari Selasa

Indrian Koto
lampungpost.com

BEGITULAH. Inis yang sudah lama menghilang kini kembali ke rumah. Semua orang meributkan kejadian itu. Kedatangan dan kepergiannya sungguh jauh berbeda, bagai langit dan bumi. Dulu ia pergi dengan keadaan paling murung dan dikutuk banyak orang: melompat jendela, di hari Selasa, di tengah malam pula. Kini dia pulang dengan kesempurnaan seorang wanita. Cantik dan kaya. Continue reading “Berangkatlah di Hari Selasa”

Kambing

Rilda A. Oe. Taneko
http://www.lampungpost.com/

PASIEN itu berdiri mematung. Keraguan terlihat enggan meninggalkannya. Ia telah mengidap kanker selama dua tahun. Dan kambing itu satu-satunya harapan. Kambing itu berbulu cokelat, tidak gemuk dan tidak tua. Bahkan menurut Sarip, nama pasien itu, kambing itu terlalu muda. Continue reading “Kambing”

TUHAN MAHA TAHU, TAPI SABARLAH…

(God Sees The Truth, But Waits… : Leo Tolstoy)
Alih bahasa: Syafruddin Hasani
http://www.worditude.com/ebooks/htmlbooks/tolstoy.html

Di kota Vladimir hiduplah seorang saudagar muda yang bernama Ivan Dimitrich Aksionov. Ia memiliki sebuah rumah dan dua buah toko.

Aksionov adalah seorang pria tampan berambut pirang keriting, penuh canda dan gemar menyanyi. Ketika masih sangat muda ia suka minum-minum dan bikin ribut kalau mabuk. Tapi setelah menikah ia pun berhenti minum, kecuali sesekali saja. Continue reading “TUHAN MAHA TAHU, TAPI SABARLAH…”

Bahasa »