Mengkritisi Kritik Sastra

Sjifa Amori
http://jurnalnasional.com/

Harus terus digairahkan, di antara menderasnya karya-karya sastra Indonesia yang bermunculan.

Suatu kali, HB Jassin pernah berkata, “Seorang kritikus adalah manusia biasa.” Kalimat yang dilontarkan kritikus sastra terkemuka ini dituliskan kembali dalam Resume Mata Kuliah Kajian Puisi: Sajak Mengundang Asosiasi, Bukan Interpretasi, pada blog komunitas anak sastra. Continue reading “Mengkritisi Kritik Sastra”

PANORAMA SASTRA RELIGIUS

S Yoga
http://www.surabayapost.co.id/

Perkembangan sastra religius di Jawa Timur (Jatim) mungkin kurang menarik bagi generasi muda. Sehingga bila kita cermati, hingga kini jarang terlahir sastrawan muda yang kesadarannya terhadap religi cukup tinggi. Padahal sastra religius merupakan salah satu aset yang sangat penting. Hal ini dikarenakan dukungan secara kultural sudah sangat mencukupi, di mana basis-basis pesantren tersebar di Jatim. Sehingga hal yang pontensial ini hendaknya mampu melahirkan karya-karya religius yang mampu berbicara di tingkat nasional. Continue reading “PANORAMA SASTRA RELIGIUS”

Prosa-Puisi Kartini

Asarpin
lampungpost.com

“Segala yang murni dan indah dalam kehidupan manusia adalah puisi”. Kata-kata ini diucapkan Kartini (kepada Stella–nama panggilan Kartini kepada Estella Zeehandelaar, feminis sosialis yang membuka diskusi pertama kali dengan Kartini melalui surat-menyurat–sebagai bukti bahwa ia mencintai puisi. Bagi Kartini, puisi atau seni pada umumnya adalah jiwa bangsa Bumiputera. Dari mulut anak-anak sampai orang jompo, senantiasa melahirkan puisi. Continue reading “Prosa-Puisi Kartini”

“Pornografi” Dalam Puisi Dharmadi

Rukmi Wisnu Wardani *
Kompas, 01/12/2008

Dua buku kumpulan puisi, Aku Mengunyah Cahaya Bulan (AMCB) (2004) dan Jejak Sajak (JS) (2008), yang dikirimkan oleh penulisnya sendiri, Dharmadi, saya terima, setelah kami bertemu kembali beberapa bulan yang lalu, di acara bulanan Pasar Malam (Paguyuban Sastra Rabu Malam), salah satu komunitas pecinta sastra yang ada di Jakarta, yang awal berdirinya digagas antara lain oleh Johanes, Jonathan, Budhi Setiawan, Zai Lawanglangit, Ileng, yang menggelar acara rutinnya tiap Rabu malam akhir bulan, di Wapres (warung apresiasi) di kompleks Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta Selatan. Continue reading ““Pornografi” Dalam Puisi Dharmadi”

WARNA-WARNI WANITA PENYAIR*

Maman S. Mahayana**
http://mahayana-mahadewa.com/

Penyair sejati adalah pewarta yang menyampaikan sesuatu tidak untuk dirinya sendiri. Ia bukan sosok penyanyi di kamar mandi. Maka kegelisahan individu yang mengganggu seorang penyair, mesti berbuah menjadi problem yang menyangkut dan berkaitan dengan dunia sekitarnya. Kegelisahan seorang penyair ?atau sastrawan dan seniman pada umumnya?mestilah merepresentasikan problem individu dalam berhadapan dengan situasi sosio-kultural yang melingkarinya. Continue reading “WARNA-WARNI WANITA PENYAIR*”

Bahasa ยป