Kasak-Kusuk Problematika Kebudayaan Massa

Hardi Hamzah *
lampungpost.com

ROMANTISME kebudayaan massa, kiranya masih bersikukuh pada lahan ide dan diskursus yang tidak implementatif.

Dua ribu delapan sebagai tahun tikus, kenyataannya musti menggererek pula di proses kebudayaan. Binatang yang biasa mengerat ini, hanya membuat gigitan spontan kemudian perlahan mengunyahnya, meski tikus perlambang dari kerakusan yang menahan diri. Continue reading “Kasak-Kusuk Problematika Kebudayaan Massa”

MENYIBAK RUH SUKSES MENULIS ANDREA HIRATA

Sutejo
Ponorogo Pos

Jawa Pos tanggal 14 Desember 2007, memuat feature yang inspirasional, yakni tentang perjalanan buku yang menjadi bestseller dari pengarang yang tidak mau disebut sastrawan. Lelaki pengarang ini dalam perjalanan akademiknya luar biasa: (a) lulus di UI dengan predikat cum laude, dan (b) S2 dari dua perguruan tinggi luar negeri yang juga cum laude. Bukan masalah pendidikannya yang luar biasa tetapi nuansa spiritualitas yang mengikat. Lelaki luar biasa ini bernama Andrea Hirata. Continue reading “MENYIBAK RUH SUKSES MENULIS ANDREA HIRATA”

Masuk Komik Keluar Komik

Donny Anggoro *
kompas.com

Bukan hal baru lagi jika kita membicarakan pelbagai masalah yang menyelubungi dunia komik kita dihadapkan pada kenyataan-kenyataan yang pada umumnya menjerumuskan komik Indonesia dalam keterpurukan.

Namun jika kita membicarakan mengenai eksperimen-eksperimen apa yang telah dicapai komikus Indonesia dewasa ini telah cukup banyak pencapaian yang sudah dilakukan. Continue reading “Masuk Komik Keluar Komik”

Kisah Perjuangan Pengungsi Indonesia di Australia

Iskandar P Nugraha*
http://kompas.co.id/

Nama penulis buku ini sudah dikenal publik Indonesia lewat terjemahan ?Eyewitness? (karya Seno Gumira Ajidarma) yang telah meraih Victorian Premier?s Literary Award Australia (1997). Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa Jan Lingard adalah juga seorang sejarawan yang telah bertahun-tahun tekun mengumpulkan data mengenai pengungsi sekaligus pejuang yang terdampar di Australia selama Perang Dunia II (1942-1947) seperti termaktub dalam buku ini. Continue reading “Kisah Perjuangan Pengungsi Indonesia di Australia”

KRITERIA UNTUK MENILAI KARYA SASTRA

Maman S. Mahayana *

(BAGIAN PERTAMA)
Ketika seorang pembaca berhadapan dengan karya sastra, apakah ia dapat lang-sung mengatakan bahwa karya itu baik atau tidak? Tentu saja penilaian dengan cara demi-kian ngawur dan tidak objektif . Pertama-tama yang harus dilakukan adalah membaca kar-ya itu dahulu. Jika sudah kita cermati benar, barulah kita dapat memberi penilaian atas karya yang bersangkutan. Continue reading “KRITERIA UNTUK MENILAI KARYA SASTRA”

Bahasa ยป