Bukan Hanya Chairil dan Sutardji

Grathia Pitaloka
jurnalnasional.com

Sejarah sastra tak selalu memunculkan, tapi juga menggelapkan nama-nama.

Sastra Indonesia dihantui oleh sejarahnya!. Pendapat tersebut pernah dikemukakan oleh kritikus sastra Nirwan Dewanto delapan tahun silam. Nirwan khawatir apabila sejarah semata-mata dipandang sebagai kumpulan kisah asal muasal, maka akan menciptakan beban bagi titik-titik pembaruan sastra di tanah Air. Continue reading “Bukan Hanya Chairil dan Sutardji”

Sejarah Sastra (yang) Belum Mendunia

Dwi Fitria
http://jurnalnasional.com/

Di dunia internasional sastra Indonesia tertatih, kondisi yang seharusnya bisa diubah.

Sastra Indonesia belum mampu berbicara di kancah sastra dunia. Teknologi komunikasi yang semakin canggih tak berbanding lurus dengan perkembangan sastra Indonesia. Jauh di masa lalu, sastra Indonesia malah memiliki peran yang jauh lebih penting dalam kancah sastra dunia. Continue reading “Sejarah Sastra (yang) Belum Mendunia”

Seniman Abai Catat Konsep Karya

S. Jai

SEMOGA ini bukan kegelisahan pribadi, sehingga luput dari sindiran cerdas Albert Einstein: “Seluruh masalah di bumi ini bisa dipecahkan ilmu pengetahuan, kecuali masalah pribadi.” Bermula dari sepinya gagasan seni, sejak dari sejarah, kritik, dan karya seni ditambah kebimbangan proyeksi akademisi di perguruan tinggi, memicu pentingnya seniman mencatat sendiri “konsep gagasan estetik maupun artistik” karyanya. Continue reading “Seniman Abai Catat Konsep Karya”

Bahasa ยป