Damhuri Muhammad
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/
Politik kolonial jelas membias dalam geliat pertumbuhan sastra Indonesia. Gejala ini tampak kentara, sejak berdirinya Balai Pustaka (1918) sebagai lembaga penerbitan Belanda yang bukan saja “memperalat” sastra, tapi juga “mengendalikan” gerak-geriknya agar tak menjadi ancaman laten. Continue reading “Nasionalisme Sastra Pinggiran”
