Malin Kundang Bernama Indonesia: Puisi dan Kesadaran Berbangsa

Jamal D. Rahman
Sumber, http://jamaldrahman.wordpress.com/

Judul yang diajukan panitia Kongres Bahasa Indonesia VIII1 kepada saya mengandaikan dua persoalan tentang kedudukan sastra dalam masyarakat kita. Persoalan pertama menyangkut pandangan bahwa apresiasi masyarakat kita terhadap sastra masih relatif rendah, dan karena itu perlu ditingkatkan melalui program yang amat konkret, yaitu Continue reading “Malin Kundang Bernama Indonesia: Puisi dan Kesadaran Berbangsa”

Kuduk

Arie MP Tamba
Jurnal Nasional, 21 Sep 2008

Apa ukuran sebuah puisi yang berhasil? Bila Anda tanyakan ini kepada penyair Acep Zam Zam Noor, maka jawabnya sederhana. ”Sajak itu membuat bulu kuduk saya berdiri!” begitulah kata Acep, yang telah disampaikannya berkali-kali dalam berbagai forum. Hingga, Acep Zam Zam Noor kemudian, di antara teman-temannya penyair, acap kali disindir sebagai penyair ’bulu kuduk’. Continue reading “Kuduk”

Sastra: Menjadikan Perubahan

M. Bagus Pribadi

“Suatu masyarakat yang paling primitif pun, contoh di jantung Afrika, yang tak pernah duduk di bangku sekolah, tak pernah melihat kitab dalam hidupnya, dan tak kenal baca-tulis, masih dapat mencintai sastra, walau sastra lisan.” (Bumi Manusia, hal. 233). Kalimat yang tersadur dari pernyataan Pramoedya Ananta Tour di atas, paling tepat untuk menggambarkan keadaan, di mana ada suatu negara terbelakang, pun masih terdapat kecintaan pada dunia sastra. Walau mereka belum mengenal tulisan-menulis, namun peduli melestarikan sastra (: lisan), sebagaimana masyarakat kita tempo dulu. Continue reading “Sastra: Menjadikan Perubahan”

REVOLUSI SUNYI SANG PENYAIR; IQBAL

Nurel Javissyarqi*
http://pustakapujangga.com/2009/09/quiet-revolution-of-the-poet-muhammad-iqbal/

Ah, betapa gembira mereka yang hendak memuja apiku!
Tapi aku tak menghendaki telinga zaman sekarang
Akulah suara penyair dari dunia masa depan
Karena zamanku tak pernah memahami maksudku
(Iqbal, Rahasia Pribadi).

Di sana, saya melihat betapa malang seorang penyair yang seolah gagal menyuarakan hati nuraninya, dalam kancah usianya mereguk masa melahirkan karya-karya. Continue reading “REVOLUSI SUNYI SANG PENYAIR; IQBAL”

Bahasa »