INTEGRASI KE-MADURA-AN DALAM PUISI DAN DIRI

Matroni Musèrang *

Dalam tulisan ini saya akan mencoba berkenalan dengan penyair Madura yang tidak menetap di tanah kelahirannya, namun rasa Maduranya masih kental dan manis. Di komunitas ‘Kutub’ Pondok Pesantren Hasyim Asy’arie Yogyakarta, saya berguru kepada tiga penyair Pulau Garam “Madura,” Mahwi Air Tawar, Salman Rusydie Anwar, dan Ahmad Muchlis Amrin, di samping juga kepada pengasuh K.H. Zainal Arifin Thaha (alm) dan Kuswaidi Syafi’ie, Evi Idawati, Raudal Tanjung Banua, Joni Ariadinata, tetapi tulisan ini hanya focus pada tiga penyair yang sama-sama memiliki ciri khas dalam menulis puisi. Continue reading “INTEGRASI KE-MADURA-AN DALAM PUISI DAN DIRI”

Memahami Media

Lukas Luwarso *
SHNet, 30 Jan 2017

Zaman berubah, media massa turut berubah. Pemahaman tentang media massa mestinya juga berubah. Pengertian perlu diperbarui, dengan melihat situasi dan kondisi media massa terkini.

Media massa tradisional, seperti koran harian, majalah mingguan, stasiun radio dan televisi, sebagai sumber informasi massal, mulai ditinggalkan, sementara platform media baru–online berbasis digital–terasa kacau dan membingungkan. Continue reading “Memahami Media”

Bahasa »