Sains dan Pencarian Makna: Menyiasati Konflik Tua Antara Sains dan Agama

F. Budi Hardiman
kupretist 12/03/2013

Tujuan agama sejati seharusnya adalah memaknai asas-asas dunia indrawi jauh ke dalam jiwa. – Leibniz

Di samping agama dan filsafat, sains merupakan salah satu bentuk pengetahuan manusia yang gigih mencari makna. Mungkin sains tidak menuntaskan banyak misteri kehidupan manusia, seperti misteri asal-usul kehidupan dan misteri kematian, namun langkah-langkah untuk memecahkan enigma-enigma seperti itu tampaknya berjalan progresif dalam sains. Continue reading “Sains dan Pencarian Makna: Menyiasati Konflik Tua Antara Sains dan Agama”

Heroisme dengan Diskursus

Ayenni Afriyani

Demonstrasi mahasiswa dari tahun ke tahun agaknya tidak pernah terlewatkan. Semangat muda mungkin memunculkan jiwa heroisme, dan demonstrasi itu dilakukan sebagai salah satu wujud peran mahasiswa, yaitu agen perubahan. Mereka berusaha menyampaikan tuntutan untuk pemerintah yang dirasa kurang adil kepada rakyat kecil. Ya, mereka ingin perubahan untuk rakyat, saat demonstrasi biasanya diselingi jargon “Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia”. Continue reading “Heroisme dengan Diskursus”

Matinya Sastra dan Kehebohannya

Lukas Luwarso *
watyutink.com 25 Feb 2018

‘Heboh” Angkatan Puisi Esai (APE) yang digembar-gemborkan impresarionya, Denny JA, mengukuhkan sinyalemen J Hillis Miller yang pernah menyatakan: “The end of literature” (matinya sastra).

Dalam buku On Literature, terbit 2002, Miller menyampaikan: beda era beda media, zaman berubah mengubah kebiasaan manusia, termasuk dalam menyerap sastra dan seni umumnya. Continue reading “Matinya Sastra dan Kehebohannya”

Bahasa »