Abdul Wachid B.S. *
badanbahasa.kemdikbud.go.id
Kesadaran terhadap ruang dan waktu adalah obsesivitas pribadi aku-lirik di dalam sajak-sajak Bagus Likurnianto. Kemarin, hari ini, dan esok senantiasa dipertanyakan eksistensinya oleh aku-lirik. Sampai batas yang paling ekstrem dia mempertanyakan, “Amaya, kita ini siapa?” Itulah bentuk dari pertanyaan-pertanyaan eksistensial aku-lirik di dalam banyak sajaknya, sebagaimana sebuah “Pawon”, yang telah membakar keheningan dalam dada: Continue reading “TERALIENASINYA MANUSIA DARI DUNIA YANG DIPERSEPSI DAN DIPOSISIKANNYA”
