Category Archives: Esai

Crack Code Bahasa “Walikan” Malang sebagai Refleksi Kritis

Resistansi Bahasa Daerah di Era “Westernisasi”
Komang Budi Mudita

Indonesia adalah negara dengan total populasi manusia sejumlah 250 juta jiwa dan merupakan negara dengan jumlah penduduk tertinggi keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika serikat (Worldbank, 2013). Tingginya populasi manusia didukung kondisi geografis yang kaya pulau, menyebabkan Indonesia kaya akan budaya, suku, maupun bahasa. Data Etnologue tahun 2015 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki 707 bahasa daerah dan merupakan 10 persen dari total 7.102 bahasa di dunia. 707 bahasa daerah tersebut digunakan oleh setidaknya 221 juta orang penduduk Indonesia (Etbologue dalam Budiwiyanto, 2015).

Profesor Tanpa Riset

Hasanudin Abdurakhman *
news.detik.com 13 Nov 2017

Ada 5 ribu orang guru besar atau profesor di Indonesia saat ini. Berapa yang aktif meneliti dan membuat karya ilmiah dalam bentuk publikasi riset? Entahlah. Beberapa tahun yang lalu saya baca berita bahwa untuk perguruan tinggi sekelas UGM, hanya 30 persen dari guru besarnya yang melakukan riset. Yang lain melakukan apa?

Dialektika Bahasa Ibu

Syarif Hidayat Santoso *
Radar Madura, 11 Sep 2017

KETIKA kaum muslim memasuki Persia, bahasa Pahlavi diinisiasi ke dalam bahasa Arab sehingga masuklah konsep-konsep Islam ke dalam bahasa Persia. Namun, dialektika terjadi antara Arab dan Persia meski keduanya beragama Islam. Contohnya pada konsepsi Ayatullah pada rezim Syiah modern. Ayatullah merupakan bahasa Arab, namun konsepsi ini telah terwarnai wawasan politik Persia sehingga bertabrakan dengan konsepsi politik Arab Sunni yang berfondasikan pada konsep Amirul Mukminin, Khalifah, Sulthon atau Malik.

Memori (Film) Pengkhianatan G30S/PKI dan Generasi Milenial

Achdiar Redy Setiawan *
Radar Madura, 01 Okt 2017

Seorang perempuan menggenggam silet di tangannya. Di depannya duduk pria yang terikat kedua tangannya. Pelan-pelan, silet itu pun diarahkan pada wajah pria tidak berdaya itu. Sederet kalimat bernada menakut-nakuti pun terlontar. Salah satu yang paling terekam adalah ini: Darah itu merah, Jenderal. Dengan ekspresi penuh kebengisan, lelaki yang disapa ”jenderal’ itu lantas dihadiahi bogem dan siksaan lainnya. Berdarah-darah. Hingga sekarat, dan menjemput ajalnya.

Pembelajaran (Bahasa) Sastra dalam Kurikulum 2013

Musa Ismail *
riaupos.co 21 Sep 2014

Tahun Pelajaran 2014/2015, pemerintah mengambil kebijakan untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013 (K13) pada jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA sederajat di tanah air. Kebijakan ini ditetapkan setelah melalui uji publik yang penuh pro dan kontra. Apapun pro dan kontra itu, kehadiran K13 “yang saya sebut sebagai Kurikulum Cinta” memberikan corak tersendiri pada wajah pendidikan di negara kita. Yang jelas, kurikulum ini bertujuan mengubah pola dan muatan materi pembelajaran di kelas-kelas kita. Salah satu pola dan materi pembelajaran itu adalah muatan sastra yang terangkum dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.