PEMBELAJARAN SASTRA (4)

Djoko Saryono

Sesudah keberadaan dan tempat pembelajaran sastra Indonesia berparadigma literasi, tradisi baca-tulis, dan berpikir kritis-kreatif tersebut jelas dan mantap, berikutnya perlu diadakan dan dipilih bahan pembelajaran sastra Indonesia yang cocok, tepat, dan lengkap. Pengadaan dan pemilihan bahan pembelajaran ini sangat penting, karena bahan pembelajaran dapat menjadi perangsang, pemberi ilham, penggerak-pengubah, bahkan ruang imajinatif bagi diri subjek didik untuk membangun, mengembangkan, dan atau memperoleh imajinasi, inspirasi, dan transformasi diri. Continue reading “PEMBELAJARAN SASTRA (4)”

PEMBELAJARAN SASTRA (3)

Djoko Saryono

Dalam rekonstruksi kurikulum sekaligus sistem pembelajaran sastra Indonesia tersebut, pertama-tama keberadaan dan tempat mata pelajaran sekaligus pembelajaran sastra Indonesia harus jelas dan mantap dalam struktur kurikulum dan organisasi mata pelajaran. Yang dimaksud jelas dan mantap keberadaan dan tempat di sini tidak berarti harus “dimunculkan atau diadakan” mata pelajaran dan pembelajaran sastra Indonesia secara tersendiri dan mandiri, karena jumlah mata pelajaran di lembaga pendidikan formal Indonesia sudah banyak dan alokasi waktu kurikuler pun sangat banyak dibandingkan dengan negara lain. Continue reading “PEMBELAJARAN SASTRA (3)”

PEMBELAJARAN SASTRA (2)

Djoko Saryono

Yang dimaksud pembelajaran sastra Indonesia berlandasan literasi, tradisi baca-tulis, dan kemampuan berpikir kritis-kreatif di sini adalah pembelajaran sastra Indonesia yang “berjiwa, bernafas, berwawasan, berbingkai, dan berpanduan” seluruh matra [dimensi] makna literasi, tradisi baca-tulis, dan kemampuan berpikir kritis-kreatif. Lebih jauh, juga pembelajaran sastra yang “terarah, tertuju dan terpusat” Continue reading “PEMBELAJARAN SASTRA (2)”

PEMBELAJARAN SASTRA (1)

Djoko Saryono

Kita tahu, sekarang kedudukan dan peran literasi, kecakapan baca-tulis, dan kemampuan berpikir kritis-kreatif sangat strategis, malah fundamental dalam bingkai kebudayaan dan/atau pendidikan. Pada sisi lain, kita juga tahu, berbagai kalangan juga memandang penting pengembangan sastra Indonesia sebagai aset kebudayaan Indonesia, karena sastra Indonesia tergolong “spesies sastra baru” yang masih muda yang masih perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan. Continue reading “PEMBELAJARAN SASTRA (1)”

Bahasa »