REVITALISASI MUSEUM UNTUK WAYANG

Djoko Saryono

Konfigurasi atau mazhab pendidikan [ala] wayang Jawa memiliki paralelisme atau kesejajaran dengan pemikiran pendidikan modern atau zaman sekarang selain memiliki aktualitas pada masa sekarang. Ini mengimplikasikan, pendidikan wayang dapat memberikan sumbangsih atau kontribusi berarti bagi pendidikan modern atau zaman sekarang, bahkan pendidikan pada masa depan. Setidak-tidaknya wayang dan pendidikan wayang dapat memberikan sumbangsih bagi berkembangnya apa yang akhir-akhir ini disebut sebagai pendidikan yang tanggap terhadap budaya lokal atau pedagogi responsif budaya lokal. Continue reading “REVITALISASI MUSEUM UNTUK WAYANG”

MEMAHAMI KEKUASAAN YANG HEGEMONIK

(Catatan untuk Tulisan Prof. Teguh Supriyanto)

Aprinus Salam *

Saya mencoba berefleksi berdasarkan ngobrol-ngobrol dan ndobos-ndobos dengan beberapa teman tentang kekuasaan (Jawa). Kadang ngobrol dan ndobos itu saya anggap setara dengan sastra lisan. Terdapat beberapa hal yang ingin saya garisbawahi.

Pertama, biasanya kami berbicara tentang kesaktian sang raja (atau mereka yang tinggi kedudukannya). Kesaktian itu meliputi ilmu apa saja yang mereka miliki (terutama ilmu halus seperti tenaga dalam, ilmu kebal, bisa menghilang, bisa terbang, bisa hadir di beberapa tempat, dsb.), senjata-senjata pusaka yang dimiliki (berupa keris, tombak, jubah dsb), dan ketrampilan silat/perang (sebagai ilmu kasar). Continue reading “MEMAHAMI KEKUASAAN YANG HEGEMONIK”

KEMBARA ATTAR

Taufiq Wr. Hidayat *

Waktu seolah sungai maha besar. Sungai itu memiliki kedalaman yang tak terjelaskan, keluasan yang tak terpahamkan. Dan tak ada yang tahu, apa di kedalaman air yang misterius itu. Apa saja tenggelam ke dalam sungai tanpa diketahui nasibnya. Tetapi ada pula yang terapung-apung, berenang ke sana ke mari. Continue reading “KEMBARA ATTAR”

Bahasa ยป