PEMBELAJARAN SASTRA: MASALAH LATEN-KLASIK (8)

Djoko Saryono

Sudah kita ketahui bersama bahwa sampai sekarang ketidakpuasan terhadap pengajaran [teaching], pembelajaran [instruction], dan pemelajaran [learning] bahasa pada umumnya masih sangat besar. Berbagai pemangku kepentingan bahasa Indonesia menganggap bahwa pengajaran dan pemelajaran bahasa Indonesia tidak memuaskan karena tidak berhasil membuat peserta didik menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar atau membuat peserta didik mahir berbahasa Indonesia untuk berbagai keperluan hidup. Bahkan Continue reading “PEMBELAJARAN SASTRA: MASALAH LATEN-KLASIK (8)”

MENIMBANG CANDIKALA SASTRA

Mashuri *

Bapak dan ibu yang terhormat.
Adik-adik yang membanggakan!

Dalam senja penuh syukur ini, izinkanlah Patik yang hina-dina ini berbicara perihal yang muluk-muluk dan sundul langit. Siapa tahu dengan pembicaraan yang berbau khowasul-khowas dengan langgam suara langitan, kita dapat menapaki jalan pencarian kita pada ranah kebudayaan, wabil khusus kesusastraan, dengan takzim dan hikmat, tidak terjerembab dalam bilik wingit, penuh prasangka, dan kepongahan abad. Pasalnya, Continue reading “MENIMBANG CANDIKALA SASTRA”

PEMBELAJARAN SASTRA (7)

Djoko Saryono

Dari uraian sebelumnya tampaklah jalin-kelindan, malah perpaduan dan persenyawaan antara literasi, tradisi baca-tulis, dan pembelajaran sastra Indonesia. Sebagai salah satu fondasi literasi yang telah terbukti menjadi episentrum perkembangan dan kemajuan kebudayaan dan peradaban, tradisi baca-tulis dan kemampuan berpikir kritis- kreatif perlu ditumbuhkan dan dikembangkan dalam pendidikan/pembelajaran di samping dalam berbagai lapangan kebudayaan dan peradaban lain. Continue reading “PEMBELAJARAN SASTRA (7)”

PEMBELAJARAN SASTRA (6)

Djoko Saryono

Apakah “permainan atau pertunjukan orkestra” pembelajaran sastra Indonesia berparadigma literasi dan tradisi baca-tulis berhasil dengan baik – dalam arti mencapai visi, misi-utama, dan standar isi pembelajaran sastra Indonesia – sudah barang tentu perlu pengukuran ketercapaian visi, misi-utama, dan standar isi pembelajaran sastra Indonesia. Secara konseptual-teoretis, pengukuran ketercapaian visi, misi-utama, dan standar isi pembelajaran sastra Indonesia perlu dilakukan secara komprehensif dan holistis, agar keseluruhan visi, misi-utama, dan standar isi pembelajaran sastra Indonesia terukur. Continue reading “PEMBELAJARAN SASTRA (6)”

PEMBELAJARAN SASTRA (5)

Djoko Saryono

Berpanduan visi, misi-utama, dan standar isi pada satu sisi dan pada sisi lain bahan pembelajaran sastra Indonesia yang sudah dipilih sedemikian rupa harus dilaksanakan proses pembelajaran sastra Indonesia yang efektif. Harus dapat dimainkan orkestra”, pinjam istilah Bobbie DePorter, pembelajaran sastra Indonesia yang indah yang mampu “meng- imajinasi, mengilhami, dan menggerakkan-mengubah diri subjek didik”. Untuk mewujudkan orkestra pembelajaran yang efektif itu, perlu ditetapkan sekaligus diterapkan model pembelajaran imajinatif, inspiratif, dan transformatif. Continue reading “PEMBELAJARAN SASTRA (5)”

Bahasa »