KETIDAKRELEVAN KEARIFAN LOKAL MENUJU KEARIFAN NASIONAL DAN GLOBAL

Aprinus Salam *

Pembicaraan tentang apa itu kearifan lokal, peran dan fungsinya, sudah sering dilakukan. Biasanya kearifan lokal secara normatif dipahami sebagai satu sistem dan mekanisme nilai-nilai leluhur masyarakat lokal-lokal tertentu yang telah teruji kemuliaannya. Biasanya kearifan lokal terpelihara dalam tradisi, seni dan ritual-ritual, cerita rakyat, berbagai peribahasa, dan berbagai kebiasaan yang masih dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Continue reading “KETIDAKRELEVAN KEARIFAN LOKAL MENUJU KEARIFAN NASIONAL DAN GLOBAL”

MERABA FALSAFAH JAWA

Djoko Saryono *

Falsafah dalam lakon-lakon atau cerita wayang Jawa bertumpu pada rasa (rasa sejati) yang dipercayai di dalamnya sudah terkandung akal budi. Pasalnya, falsafah Jawa dalam wayang Jawa lebih condong sebagai panduan praksis hidup [phylosophy of being] daripada sebagai olah nalar yang intelektual semata-mata [phylosophy of doing]. Falsafah Jawa sebagai filsafat Timur memang mau menawarkan jalan mencapai tujuan hidup manusia: jalan keselamatan dan kesempurnaan manusia, bukan menjawab persoalan-persoalan teknologis di dalam masyarakat modern. Continue reading “MERABA FALSAFAH JAWA”

BUDAYA POP MEMPERPARAH KEMISKINAN

Aprinus Salam *

Budaya pop membuat masyarakat lebih dinamis. Sekilas budaya pop menggairahkan perekonomian ketika sejumlah orang memanfaatkan budaya pop untuk mencari keuntungan atau nafkah dengan industri kreatifnya. Akan tetapi, lebih jauh budaya pop justru memperparah kemiskinan. Hal ini berkaitan dengan berapa banyak waktu produktif masyarakat terbuang karena menjadi konsumen dalam budaya pop tersebut. Continue reading “BUDAYA POP MEMPERPARAH KEMISKINAN”

Bahasa ยป