Pendobrak Pintu Cerpen Indonesia

Theresia Purbandini
http://jurnalnasional.com/

Perjalanan hidup Danarto kaya dengan pengalaman di dalam dan di luar negeri. Selain sebagai sastrawan, ia dikenal juga sebagai pelukis, yang memang ditekuni sejak masa muda. Sebagai pelukis ia pernah mengadakan pameran di beberapa kota. Sebagai sastrawan ia juga pernah mengikuti program penulisan di luar negeri di antaranya di Kyoto, Jepang. Continue reading “Pendobrak Pintu Cerpen Indonesia”

Renungan Cerpen dari Sungai Martapura

Raudal Tanjung Banua
jurnalnasional.com

Selesai mengikuti Kongres Cerpen V di Banjarmasin beberapa waktu lalu, saya menyempal ke tepian Sungai Martapura dan mencoba merunut-runut lagi “Pengantar Redaksi” yang saya tulis di Jurnal Cerpen edisi 8. Apakah yang saya tulis tentang fenomena cerpen “gumam” tidak berlebihan, atau memang semacam potret kecil yang tak terhindarkan? Continue reading “Renungan Cerpen dari Sungai Martapura”

TSUNAMI DALAM PUISI PENYAIR ACEH

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Masa Lalu yang Agung

Aceh, pasca-tsunami adalah sebuah dunia baru. Paling tidak, ia mesti menjadi sebuah awal yang coba lahir kembali lewat serpihan dan serakan masa lalu yang mengagumkan dan sekaligus juga mengenaskan. Masa lalu Aceh yang mengagumkan tentu saja lantaran pada masa awal kedatangan Islam di Nusantara, Aceh menyimpan beragam peristiwa sejarah yang agung. Sebutlah beberapa nama di antaranya, seperti Hamzah Fansuri, Abdul Rauf Singkel dan Nurrudin Ar-Raniri. Continue reading “TSUNAMI DALAM PUISI PENYAIR ACEH”

Ben Okri Dan Penyair Tulen

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=340

Penyair dipertentangkan dengan dunia, karena ia tak dapat menerima segala yang tampak sebagaimana apa adanya (Ben Okri).

Penyair hadir dari kegelisahan menggila atas beban lingkungannya; ladang di mana dirinya menemukan benturan hebat, di hadapannya rumusan hidup tiada yang becus, wewarna sengkarut. Namun tatkala melihat langit biru peroleh rongga pernafasannya lega, awan beterbangan sewujud pergerakan sosial, peradaban bertumpuk-tumpuk. Dan saat angin menghampiri didapati abad silam-semilam memberi kabar, lantas turun balik peroleh kekacauan yang sedikit jinak. Continue reading “Ben Okri Dan Penyair Tulen”

Bahasa ยป