Baku atau Tak Baku, Terpulang kepada Anda?

Suhatri Ilyas
http://www.suarakarya-online.com/

Apa sesungguhnya perbedaan arti dan penggunaan kata rubuh dan roboh, kukuh dan kokoh, mulur dan molor, atau bahkan telur dan telor. Kata-kata yang dibedakan hanya dengan satu bunyi (fonem) /u/ dan /o/ ini dalam penggunaannya cukup membingungkan. Selain sering tertukarkan begitu saja (suatu saat mulur berarti molor, tapi pada situasi lain molor juga berarti mulur), ada juga pengertian lain berkaitan dengan penggunaannya dalam ragam tertentu. Continue reading “Baku atau Tak Baku, Terpulang kepada Anda?”

Di Balik Penerbitan Buku Sastra Swadaya

Adek Alwi
http://www.suarakarya-online.com/

BULAN-bulan terakhir saya menerima beberapa antologi cerpen dan puisi. Buku-buku itu tak cuma karya pengarang/penyair yang tinggal di Ibu Kota dan terbit di Jakarta, akan tetapi juga karya pengarang/penyair yang berdomisili di daerah, dan diterbitkan di daerah.

Dari Jakarta, saya terima antologi cerpen Papirus, berisi cerpen 24 mahasiswa/i Jurusan Teknik Grafika & Penerbitan Politeknik Universitas Indonesia. Continue reading “Di Balik Penerbitan Buku Sastra Swadaya”

Pendidikan Gender Berbasis Sastra

Teguh Trianton *
suarakarya-online.com

Tatkala karya sastra banyak mengangkat isu ketimpangan gender, sastra dianggap turut berperan mengkonstruk bias gender. Karya sastra boleh jadi selalu merepresentasikan kondisi sosial budaya masyarakat di mana sastrawan tinggal. Sehingga ketika seorang sastrawan hidup dalam tekanan, maka karya sastra yang ditulis akan menyuarakan penolakan atas tekanan tersebut. Continue reading “Pendidikan Gender Berbasis Sastra”

Bahasa dan Kita

Dicerai, Penulisan Kata Depan Di
Suhatri Ilyas
http://www.suarakarya-online.com/

Aneh bin ajaib, masih ada yang belum bisa membedakan antara di sebagai kata depan (preposisi) dan di sebagai imbuhan (prefik), terutama dalam penulisannya. Aneh bin ajaib, karena yang tidak bisa membedakan itu termasuk wartawan, orang yang menggunakan bahasa sebagai alat dalam melakukan pekerjaannya. Ini ibarat petani yang tidak mengenal cangkul. Continue reading “Bahasa dan Kita”

Potret Manusia dalam Sekarini

Khisna Pabichara
http://www.suarakarya-online.com/

Manusia adalah binatang berpikir, demikian ditegaskan filsuf besar, Aristoteles. Artinya, satu-satunya potensi besar yang membedakan manusia dengan binatang adalah karena manusia memiliki akal. Akal ini merupakan aset unik yang bisa menegaskan keunggulan manusia dari binatang. Dengan akal, manusia bisa menjadi “binatang beradab”. Continue reading “Potret Manusia dalam Sekarini”

Bahasa ยป