Beni Setia
suarakarya-online.com
ADA luka ketika harus membolak-balik buku kumpulan puisi dua penyair Solo ini, yang dihadirkan dalam tehnik saling lekat punggung – singkur – singkuran mirip pengantin cemburu. Risalah Abad Bandung Mawardi itu menarik, dan Pigura Haris Firdaus sangat menarik, jadi kenapa harus menghadirkan yang satu dengan membalikkan yang lain? Apa tak bisa tertib disusun searah berdasarkan abjad dan diberi judul Solo Berdua? Continue reading “Puisi-puisi Aksentuasif”
